Pembangunan Rusunawa Cilawu Garut Masih Mengesankan “Mubazir”

0
113 views

“Juga Terdapat Rumah Susun Mahasiswa Uniga yang Masih ‘Idle'”

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 09/08 – 2015 ).

Rusunawa di Cilawu Garut.
Rusunawa di Cilawu Garut.

Tuntasnya pembangunan “Rumah Susun Sewa” (Rusunawa) di Desa Mangkurakyat Cilawu, Garut, Jawa Barat, ternyata hingga kini masih belum dioperasikan, padahal dibangun sejak sekitar Agustus 2013 lalu.

Malahan, meski proses penuntasan pengerjaan fisik bangunan tersebut sejak lama rampung, tetapi belum terdapat serah terima bangunan dari pihak kontraktor pada “Satuan Kerja Rumah Susun” (Satker Rusun) pada Pemkab setempat.

Tiga Lantai Berkapasitas 98 kamar tipe 21.
Tiga Lantai Berkapasitas 98 kamar tipe 21.

Sehingga, keberadaan rusunawa bantuan Kementerian Pekerjaan Umum bersumber dana APBN itu, hingga sekarang terkesan mubazir. Kendati banyak peminat kerap menanyakan kapan rusunawa ini mulai dioperasikan.

Kabid Perumahan pada Distarkim Satria Budi, katakan meski pengerjaan fisik bangunan selesai, rusunawa belum bisa diserahterimakan lantaran terkendala belum ada pemasangan instalasi listrik, dan air bersih atawa air minum.

Wajah Luar Setiap Kamar.
Wajah Luar Setiap Kamar.

Padahal merupakan kewajiban sekaligus bukti adanya niat baik, serta tanggung jawab pemerintah daerah selaku penerima manfaat, katanya.

“Dalam kontraknya juga. Listrik dan air tanggung jawab Pemkab Garut. Jadi, rusunawa belum dapat diserahterimakan sebelum fasilitas listrik dan airnya tersedia. Biayanya lumayan besar. Untuk listrik PLN dibutuhkan anggaran sekitar Rp60 juta, dan PDAM sekitar Rp50 juta. Mudah-mudahan saja dapat diakomodasi pada (APBD) perubahan sekarang,” katanya pula, Ahad (09/08-2015).

Ruang Tidur.
Ruang Tidur.

Dikatakan, rusunawa tiga lantai itu diperuntukkan sebagai rumah tapak atau hunian sementara bagi masyarakat belum memiliki rumah sendiri.

Mereka bisa menyewa kamar sambil menunggu memiliki rumah sendiri. Batas waktu penyewaan direncanakan paling lama tiga tahun.

Berkapasitas kamar mencapai 98 unit. Masing-masing berukuran tipe 21, terdiri ruang tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.

Pada setiap kamar dilengkapi panel penggunaan arus listrik dan meteran air PDAM sebab setiap penghuni dipastikan beda penggunaan air maupun listriknya.

Kepastian mengenai penyewaan kamar rusunawa, lanjutnya, baru diketahui setelah dibentuk Badan Pengelola Rusunawa. Badan itu dibentuk setelah serah terima rusunawa kepada Pemkab Garut.

Dikemukakan, mengantisipasi kondisi darurat kebakaran, pada rusunawa dipasang alat pencegah kebakaran bekerja otomatis.

“Jadi memang, di lingkungan rusunawa ini tak boleh ada merokok. Nah, mereka suka merokok disediakan ruangan khusus merokok atau smoking area di lantai bawah,” bebernya.

Rumah Susun Sewa Mahasiswa di Garut, yang Belum Maksimal Dimanfaatkan Sesuai Peruntukan.
Rumah Susun Sewa Mahasiswa Uniga, yang Hingga Kini Masih “Idle”.

Di Kabupaten Garut, juga terdapat rumah susun sewa mahasiswa Uniga, yang hingga kini masih “idle”.

 

*******

Noel, Jdh.