Pembangunan Ruangan Khusus Merokok Masih Tak Efektif

by

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Selasa, 21/04 – 2015 ).

Ruangan Khusus Bebas Merokok di Lingkungan Dinsosnakertrans Garut, Masih Belum Jelas Pemanfaatannya.
Ruangan Khusus Bebas Merokok di Lingkungan Dinsosnakertrans Garut, Masih Belum Jelas Pemanfaatannya.

Pembangunan setiap ruangan khusus merokok pada sejumlah “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD) di lingkungan Pemkab/Setda Garut, ternyata hingga kini masih belum efektif.

Bahkan mengesankan menghamburkan biaya, sehingga lebih bermanfaat jika bisa diperuntukan bagi kegiatan rehabilitasi “Rumah Tak Layak Huni” (Rutilahu).

Menyusul berdasar basis data perumahan 2013, dari sekitar 593.259 unit rumah tinggal di Garut, terdapat 539.106 unit di antaranya laik huni, selebihnya tak laik huni. Tersebar pada 42 wilayah kecamatan di kabupaten tersebut.

Sehingga dengan asumsi tak terdapat penambahan angka “Rumah Tak Layak Huni” (RTLH) bertarget perbaikan 2.000 unit RTLH per tahun terealisasi, maka diperlukan waktu hingga 27 tahun bisa menangani berkisar 49.000-54.153 unit RTLH saat ini.

Pemkab setempat menargetkan perbaikan 2.000 unit RTLH pada 2015 ini. Sumber anggarannya tak hanya APBD Garut, melainkan juga APBD Provinsi dan APBN. Lantaran APBD Garut dinilai masih sangat terbatas.

Program perbaikan RLTH tersebar pada sejumlah “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD). Antara lain Distarkim, Dinsosnakertrans, dan BPMPD.

Kondisi Ruang Bebas Merokok di Lingkungan Disdik Garut. (Foto; John Doddy Hidayat). Kondisi Ruang Bebas Merokok di Lingkungan Disdik Garut.
Kondisi Ruang Bebas Merokok di Lingkungan Disdik Garut. (Foto; John Doddy Hidayat).
Kondisi Ruang Bebas Merokok di Lingkungan Disdik Garut.

“Sesuai RPJMD 2014-2019, target sasaran peningkatan rumah selama lima tahun itu 10.000 unit. Jadi target per tahunnya 2.000 unit,” ungkap Kabid Permukiman Distarkim,Satria Budi, Rabu.

Dikatakan, khusus lingkup Distarkim, perbaikan RTLH ditargetkan bisa mencapai 400 unit pada 2015 ini. Masing-masing unit mendapat alokasi bantuan perbaikan rumah berupa “bahan bangunan rumah” (BBR) sekitar Rp7,5 juta.

Ruang Bebas Merokok Lingkungan Bappeda Garut.
Ruang Bebas Merokok Lingkungan Bappeda Garut.

Rumah berkategori RTLH bercirikan struktur bangunan mengalami kerusakan, baik atap, lantai, atawa dindingnya.

Selain itu, pemilik sekaligus penghuni rumah secara ekonomi berpendapatan di bawah “Upah Minimum Kabupaten” (UMK), katanya.

Kepala Seksi Pengembangan Sosial Dinsosnakertrans Dadang Bunyamin kaatakan, perbaikan RTLH ditargetkan 411 unit. Terdiri perbaikan 211 unit dibiayai APBD Garut, dan 200 unit diusulkan dibiayai APBN melalui Kemensos.

rokokDikemukakan, bantuan perbaikan RTLH saat ini masih relatif kecil dan lebih bersifat stimulan, sekitar Rp7 juta per unit. Sehingga diharapkan peran aktif, dan kepedulian masyarakat, imbuhnya.

Hingga kini di Garut masih terdapat sekitar 49.000 unit RTLH belum tersentuh perbaikan, ujarnya.

Kepala BPMPD  Teddy Iskandar belum bisa menyebutkan berapa unit RTLH mendapatkan program perbaikan di lingkup BPMPD 2015 ini. Pihaknya masih menunggu informasi keputusan BPMPD Provinsi Jawa Barat.

Sedsangkan desa mengajukan (perbaikan RTLH) 106. Per desa rencananya mendapat alokasi dana bantuan Rp200 juta untuk perbaikan 20 unit RTLH.

“Tetapi ketentuan berapa desa mendapatkan bantuan ini, kita masih menunggu informasi BPMPD Provinsi,” katanya pula.

*******

Noel, Jdh.