Pembangunan Jalan Alternatif Limbangan – Malangbong Belum Jelas

0
55 views

“Investigasi Garut News”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 14/04 – 2016 ).

Jujun Juansyah.
Jujun Juansyah.

Rencana pembangunan jalan alternatif Limbangan – Malangbong sejauh 9,00 kilometer di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga kini masih belum jelas kapan mulai direalisasikan tahapan pembangunannya.

Meski lintasan jalan kabupaten tersebut, berfungsi bisa mengurai kepadatan bahkan kemacetan arus lalu lintas sepanjang jalan provinsi selama ini menghubungkan Balubur Limbangan dengan Malangbong.

Terutama pada musim arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri, termasuk liburan panjang lainnya.

Kepala Bidang Bintek pada Dinas Bina Marga kabupaten setempat, Jujun Juansyah Nurhakim, ST, MT katakan, rencana pembangunan jalan alternatif Limbangan – Malangbong itu, tertuang dalam “Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah” (RPJMD) pemerintahan Bupati Rudy Gunawan beserta Wakil nya Helmi Budiman.

Rumija.
Rumija.

Namun hingga kini diakuinya, masih belum jelas kapan setiap tahapan pembangunannya mulai direalisasikan, termasuk proses pembebasan tanah milik masyarakat yang bakal dilintasi, katanya kepada Garut News di ruang kerjanya, Kamis (14/04-2016).

Sedangkan rencana fisik bangunan lintasan jalan tersebut, dimulai dari Cirapuhan Kecamatan Selaawi hingga Cilampuyang Kecamatan Malangbong, dengan total lebar “Ruang/ruas Milik Jalan” (Rumija) mencapai 15 meter, terdiri berdesain bahu jalan selebar tujuh meter.

Kemudian masing-masing bahu pada kiri dan kanan jalan dua meter, serta masing-masing dua meter memenuhi kebutuhan drainase kiri dan kanan jalan, katanya.

ERalat Samudera Hindia, Lantaran Indonesia Tak Memiliki Samudera.
Ralat Samudera Hindia, Lantaran Indonesia Tak Memiliki Samudera.

Direncanakan berkonstruksi beton agregat kelas B setinggi 15 centi meter, dengan total anggaran yang diperlukan mencapai sekitar Rp135 miliar.

Sepanjang lintasan Limbangan – Malangbong tersebut, juga antara lain terdapat kebutuhan pembangunan jembatan bentang sepanjang 50 meter, guna melintasi aliran Sungai Cimanuk.

Kendati terdapat lintasan jalan desa, tetapi masih diperlukan proses pembebasan tanah yang kini masih menjadi areal pertanian tanaman pangan penduduk, namun belum diinventarisir total luas tanah yang kudu dibebaskan itu, ungkap Jujun Juansyah pula.

Rangkaian proses rencana pembangunan jalan alternatif ini, antara lain proses pembebasan tanah, pematangan, pengurukan, serta lapisan pondasi, dengan konstruksi jalan bisa beton maupun hotmix.

“Investigasi Garut News”

Berdasar produk “deep investigation reporting” (dir) Tim Liputan Garut News menunjukan, capaian kinerja penyerapan APBD Kabupaten Garut 2016 selama rentang waktu triwulan pertama, atawa Januari hingga akhir Maret 2016, dibawah delapan persen.

“Maupun ternyata hanya mencapai sekitar 7,96 persen, atawa bernilai sekitar Rp297.231.993.897”

Terdiri, capaian kinerja penyerapan dana untuk belanja pegawai, barang dan jasa, serta belanja modal pada 77 “Satuan Kerja Perangkat Daerah”(SKPD) termasuk 42 kecamatan selama rentang waktu tersebut.

“Padahal idealnya bisa mencapai 25 persen dari APBD 2016, yang bernilai total Rp3.742.883.308.433,15”

aa2002Selama rentang waktu triwulan pertama tahun ini, belanja pegawai sekitar Rp283.109.282.664. Kemudian belanja barang dan jasa sekitar Rp695.761.224.451 yang terserap sekitar Rp13.572.711.223.

Sedangkan belanja modal sekitar Rp913,600 miliar, yang terserap sekitar Rp594,761 miliar.

Masih “minimalisnya” kinerja capaian penyerapan dana APBD 2016 tersebut, dipastikan banyaknya kendala dihadapi.

Staf pada Bidang Akutansi DPPKA Pemkab setempat, kepada Garut News, Senin (11/04-2016), antara lain mengemukakan belum bisa menyajikan data dan informasi akurat, lantaran hingga hari ini baru terdapat empat SKPD yang melaporkan kinerja penyerapan anggarannya.

Meski batas waktu penyerahan laporan, berakhir pada 10 April 2016, katanya.

“Garut News memberikan peluang kepada pihak manapun, yang berkenan melengkapi informasi mengenai kinerja penyerapan APBD 2016 pada triwulan pertama ini, demi mewujudkan ‘Keterbukaan Informasi Publik’ /KIP”

“Periode Sama Tahun Sebelumnya Dibawah 11 Persen”

Sedangkan capaian kinerja penyerapan APBD padsa periode sama tahun sebelumnya, atawa selama rentang waktu triwulan pertama, Januari hingga akhir Maret 2015 mencapai dibawah 11 persen. Maupun 10,705 persen bernilai Rp351.736.353.693,-

Capaian kinerja penyerapan dana untuk belanja pegawai, barang, dan jasa pada 77 “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD) termasuk 42 kecamatan selama rentang waktu tersebut, idealnya dapat mencapai 25 persen dari APBD 2015 senilai Rp3,2 triliun.

*******