Pemasangan Atap Masjid Yadul ‘Ulya Perlukan Keakhlian Khusus

0
66 views
Pekerjaan yang Sarat Menantang.
Pemasangan Atap Masjid Berkonstruksi Lepas Landas Kepak Sayap Burung.

“Mutlak Miliki Keterampilan Pendakian Tegak Lurus”

Garut News ( Senin, 24/12 – 2019 ).

Proses pemasangan atap berbahan baku logam Masjid Yadul ‘Ulya di Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, memerlukan keakhlian khusus, minimal dimilikinya keterampilan pendakian tegak lurus dilengkapi ragam piranti pengamanan.

Lantaran pada ketinggian puluhan meter, konstruksi atap menyerupai lepas landas kepak sayap burung tersebut berkecuraman tinggi, yang pemasangannya pun tak bisa dilakukan ketika bercuaca mendung atau hujan turun sebab bisa terancam bahaya sambaran petir.

Dikerjakan Oleh Akhlinya.

Masjid yang dibangun berlantai tiga itu, terdiri lantai dasar sebagai wahana pertemuan silaturahim, lantai dua merupakan ruang utama masjid, serta lantai tiga sebagai wahana shalat kaum perempuan, ungkap Pimpinan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta.

“Dengan total kapasitas daya tampungnya bisa mencapai ratusan jamaah,” imbuhnya.

Masjid Utama Yadul ‘Ulya Garut, Lepas Landas Kepak Sayap Burung..

Ponpes ini, sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang merupakan Pondok Tahfiz dan Digital, bisa mewujudkan para santri/santriwati mandiri yang senantiasa mendapatkan binaan serta advokasi dari komunitas wirausaha ‘Tangan Di Atas’ (TDA).

Maka guna membangunan peradaban yang berkualitas, Ayo, Ikut Bangun Masjid! Rekening BCA 5500.50.1199 An. Yayasan Aris Nugraha Peduli.

Bentangan spanduk bertuliskan ajakan tersebut, masih melekat kuat pada dinding Masjid Utama Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya yang hingga kini masih gencar dilaksanakan pembangunannya.

Berlokasi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, bertotal kebutuhan dana sekitar Rp4 miliar.

“Bisa Berwisata Religi”

Ponpes Modern Digital, Yadul ‘Ulya juga kini menyiapkan kemasan pembangunan Cottage yang bisa dimanfaatkan untuk berwisata religi.

“Bangunan berupa pondok atau rumah kecil secara terpisah-pisah, namun masih dalam areal Ponpes ini, mengutamakan privasi pengunjung Ponpes yang kemalaman maupun memang berminat bersama keluarga menikmati suasana malam hari,” ujar M. Angga Tirta pula.

Dikatakan, lokasinya pun dikelilingi panorama alami perbukitan berudara sejuk yang masih sarat hamparan persawahan.

Sehingga pada musim penghujan dapat menikmati langsung sensasi parade suara kodok di sawah.

“Bahkan ketentraman lingkungannya terutama di malam hari, lebih khusu beribadah termasuk membaca juga mendengarkan lantunan ayat- ayat suci Al Qur’an,” bebernya.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here