Pemanah Ponpes Yadul ‘Ulya Ikuti Selekcab Sesi Pertama

Pemanah Ponpes Yadul ‘Ulya Ikuti Selekcab Sesi Pertama

207
0
SHARE
Membidik Sasaran.

“Persiapan Laga Tingkat Provinsi”

Garutnews ( Ahad, 25/02 – 2024 ).

Muhammad Diva, pemanah dari Ponpes Tahfidz, Yadul ‘Ulya di Kampung Panawuan mengikuti seleksi cabang sesi pertama yang diselenggarakan ‘Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia’ (Fespati) Kabupaten Garut.

Bermental Juara.

Helatan yang berlangsung di SOR. Adiwidjaya, Ahad (25/02-2024) tersebut, diikuti ratusan peserta dari beragam usia.

Guna mendapatkan para pemanah tangguh yang bakal diikutsertakan pada kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Barat.

Muhammad Diva pun dipastikan mengikuti seleksi sesi kedua, juga sesi ketiga.

Berkonsentrasi Penuh.

Sebelumnya pada, Ahad (28/01-2024) lalu, Fespati Pencab Garut pun menggelar ‘Road To Forprov 2024’ di Lapang Panahan ‘Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia’ itu, sebagai Pra-Seleksi cabang se kabupaten setempat.

Ketua Fespati  Pencab Garut H. Alif Firmansyah menyatakan, Pra-Seleksi ini diikuti sedikitnya 198 peserta belum termasuk para pemanah yang berdatangan dari luar.

Diawali Do’a & Kebersamaan.

Dia bersama Sekjend. Fespati Jawa Barat, Nasir Anas juga sangat senantiasa ‘welcome’ maupun mengapresiasi positif kehadiran seluruh peserta termasuk dari Ponpes Yadul ‘Ulya.

Fenomena itu, menunjukkan jiwa sportivitas serta kepemimpinan kedua olahragawan tersebut berupaya maksimal meningkatkan penguatan kualitas prestasi pemanah.

Nasir Anas.

Antara lain melalui ‘Silaturahmi Unjuk Kabisa’ penyelenggaraan Pra- Seleksi cabang se kabupaten berjuluk ‘Road To Forprov 2024’.

Sedangkan panahan merupakan olahraga tradisional yang masih banyak diminati sampai sekarang. Ada sejak zaman kerajaan digemari pelbagai kalangan, anak muda hingga dewasa juga mereka yang lanjut usia.

H. Alif Firmansyah.

Panahan dimulai sejak sekitar lima ribu tahun silam. Dengan negara pertama menganggap sebagai olahraga yakni lnggris. Pada 1676, Raja Charles II menggelar perlombaan panahan.

Kemudian ‘Jemparingan’, seni panahan tradisional asal Yogjakarta. Salahsatu lokasi latihannya bisa disaksikan di Kampung Siliran pada di Kemantren Keraton Yogja. Beda dengan panahan modern, jemparingan menggunakan alat dan target sasaran sederhana.

Membidik Asa.

Adapun ‘Horsebow’, salahsatu jenis olahraga panahan tradisional masih menggunakan busur dan anak panah dari kayu atau bambu dengan proses pembuatannya juga masih manual, sehingga setiap perangkat berkarakteristik tersendiri (tidak seragam).

Bahkan, panahan pun sebagai salahsatu olahraga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Yang dikuatkan beberapa hadits Rasul SAW, menyebutkan mengenai memanah seperti berikut, ”Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari, Muslim).

Konsentrasi Penuh.

Panahan juga tak hanya olahraga biasa. Melainkan sebagai salahsatu olahraga yang masuk dalam anjuran Nabi Muhammad SAW. Dikuatkan dari beberapa hadits Rasul SAW menyebutkan tentang :

Melesatkan Anak Panah.

”Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari, Muslim). ”Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).”(HR Muslim)

Membangun Sportivitas.

Malahan, olahraga memanah pada anak-anak memberikan pula manfaat lain bersamaan proses tumbuh kembangnya; melatih fokus, berlatih kontrol keseimbangan, melatih mengontrol emosi, dan melatih kepercayaan diri.

Menuai Harapan.

Masih banyak lagi manfaat mengikuti kegiatan memanah ini. Tak hanya mengikuti sunnah Rasul SAW, manfaat lain juga sekaligus bisa menjaga kesehatan kita.

Kesiapan Fisik & Mental.

Terpenting yakin, persiapkanlah mental dengan baik agar saat latihan, siap dan fokus dengan ragam teknik diajarkan.

Proses Mahir Memanah.

******

Pelbagai Sumber/Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY