Pelantikan Tertunda Dua Jam Lantaran Berseragam Hansip

0
14 views

Garut News ( Selasa, 04/11 – 2014 ).

Ilustrasi. Penunggang Kuda Kepang Berclana Seragam Hansip. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Penunggang Kuda Kepang Bercelana Seragam Hansip. (Foto : John Doddy Hidayat).

Lantaran banyak pejabat eselon tiga dan empat Pemkab Garut mengenakan pakaian Hansip atawa tak mengenakan “Pakaian Sipil Harian” (PSH), maka pelantikan 92 pejabat kedua eselon tersebut, tertunda nyaris selama dua jam.

Semula dijadwalkan pelantikan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Namun ketika acara hendak dibuka, mendadak sontak Sekda setempat Iman Alirahman mengumumkan pelantikan ditunda selama seperempat jam sebab nyaris setengahnya bakal dilantik masih mengenakan pakaian seragam Hansip.

Padahal berdasar ketentuan, mereka bakal dilantik menjadi pejabat itu, kudu mengenakan PSH, katanya.

“Saya kasih waktu 15 menit semua pegawai bakal dilantik mengganti pakaian sesuai ketentuan. Jika tidak, pelantikan ini tak usah dilaksanakan. Kalau hal-hal kecil saja masih dianggap sepele, mana mungkin amanah bakal diemban dilaksanakan dengan baik?” tandasnya berang.

Sehingga, para pejabat bakal dilantik inipun berhamburan meninggalkan Gedung Pendopo. Sebagian membeli peci di pertokoan Pengkolan atawa pusat kota, sebagian membeli pin, dan sebagian lagi panik mencari PSH.

Waktu diberikan seperempat jam pun lewat hingga lebih satu setengah jam. Setelah semuanya berpakaian lengkap, sekitar pukul 14.30 WIB, pelantikan dimulai.

Di antara pejabat eselon tiga dirotasi terdiri Deden Surojo semula Kabag Persidangan dan Perundang-undangan pada Sekretariat DPRD menjadi Kabag Umum Sekretariat DPRD sebelumnya dijabat Kusnadinata.

Kusnadinata dipindahtugaskan mengisi jabatan semula ditempati Deden Surojo.

Bupati Rudy Gunawan menyatakan kekecewaan beratnya. Dia berpendapat belum melihat perubahan signifikan kinerja birokrasi.

Di antaranya, ungkap dia, sikap disiplin, etos kerja, dan budaya kerja dinilai masih alakadarnya.

“Selain itu kurangnya konsistensi sikap menggaungkan program-program pemerintah,” tegasnya.

Diingatkan bupati, agar para pegawai segera mengubah sikap mental mereka. Dia juga mengancam takkan main-main terkait kedisiplinan pegawai tersebut, katanya pula.

Keprihatinan sama diutarakan Ketua Komisi A DPRD Garut Alit Suherman. Menurutnya, pakaian seragam menunjukkan kedisiplinan pegawai. Padahal, kata dia, para pejabat itu sudah diberitahu sebelumnya untuk mengenakan PSH.

“Pemberitahuan pun disampaikan sejak Jumat lalu,” ujarnya.

******

Noel, Jdh.