Pelanggan PDAM “Meradang” Menghemat Air Tagihan Membengkak

0
34 views

Garut News ( Kamis, 01/10 – 2015 ).

Repro Foto : John Doddy Hidayat.
Repro Foto : John Doddy Hidayat.

Kini banyak pelanggan PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut “meradang” lantaran tagihan rekening pembayaran air untuk dua bulan terakhir tiba-tiba melonjak dua kali lipat dibandingkan biasanya.

Padahal mereka melakukan ragam penghematan penggunaan air sejak memasuki musim kemarau. Apalagi pasokan air dari PDAM kerap mengalami gangguan, bahkan tak mengalir sama sekali selama beberapa hari.

“Biasanya tak pernah bayar PDAM lebih dari Rp50 ribu sebulan. Tetapi dua bulan ini, bayarannya melonjak, padahal penggunaan air sedikit, air juga sering tak mengalir. Bulan ini bayar Rp125 ribu dan sebelumnya Rp103 ribu. Padahal bulan sebelumnya hanya Rp46 ribu,” ungkap Nurtanti(33), penduduk Margamulya Pataruman Tarogong Kidul, Kamis (01/10-2015).

Dia juga terpaksa meliburkan diri dari aktivitas jualan warungannya sebab tak ada pasokan air selama dua hari ini.

“Jangankan cuci wadah, bahan baku dagangan, seperti mie bakso, sop buah pun tak ada. Cucian menumpuk. Air nggak ada. Bayar mahal pula,” sesalnya.

Keluhan senada dikemukakan warga lainnya, Sri. Dia mengaku sempat memeriksa meteran air PDAM lantaran sempat mendengar desis angin pada saluran pipa air. Dia curiga, jangan-jangan jarum meteran air berputar justru bukan terdorong aliran air, melainkan angin dalam pipa akibat seringnya gangguan pasokan air.

“Malam tadi, saya cek meteran. Jarumnya berputar ke belakang. Tapi pagi harinya, saya lihat putarannya normal lagi,” katanya.

Menanggapi keluhan pelanggan, Direktur PDAM Tirta Intan Garut Doni Suryadi memersilakan mereka menghubungi bagian pengaduan. Sementara mengenai pasokan air, dia akui debit dari sumber air milik PDAM mengalami penurunan.

Tak hanya itu, menurutnya saat ini ada beberapa kegiatan perbaikan jaringan pipa air minum pada beberapa titik. Sehingga pihaknya memberlakukan penggiliran air ke pelanggan hanya siang atau malam. Namun dia tak menyebutkan sumber air mana saja mengalami penurunan debit itu, atawa besarannya.

“Pernah ada pengumuman di cabang, air digilir. Jadi tak bisa mengalir siang malam. Tetapi kita masih mengupayakan supaya air terus mengalir. Hanya tekanan air pasti berkurang karena debit di sumbernya ada penurunan,” katanya.

Karena itu, Doni mengimbau para pelanggan agar memiliki tempat penyimpanan cadangan air mengantisipasi kecilnya tekanan air, atau gangguan aliran air PDAM, imbuhnya.

********

Noel, Jdh.