Pedagang : Apakah Satpol PP itu, Bawahan PT Elva?

0
21 views

“Agenda Kegiatan Pemindahan pada Hari Pertama ‘Kandas'”

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 21/04 – 2016 ).

Pasar Limbangan.
Pasar Limbangan.

Agenda kegiatan proses pemindahan para pedagang Pasar Limbangan dari tempat penampungan sementara (TPS) di Lapang Pasopati Desa Limbangan Tengah, Kamis (21/04-2016) ini, “kandas” atawa mengalami kegagalan.

Mereka tetap berdagang pada pasar darurat di Lapangan Pasopati, daripada pindah ke kios baru Pasar Limbangan di Desa Limbangan Barat.

Sehingga tak terlihat terdapat aktivitas pedagang membawa barangnya ke bangunan baru, atawa melakukan pembenahan di masing-masing kiosnya di bangunan baru pasar tersebut.

Maka para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten setempat, sedianya menggiring pemindahan pedagang pun tak bisa berbuat banyak. Akhirnya hanya sebatas mendata siapa saja pedagang sudah lunas membayar kiosnya ke pengembang PT Elva Primandiri, dan hendak mulai pindah ke bangunan baru pasar.

“Kami seolah harus pindah ke lokasi baru, sementara kami tanyakan surat tugas atau surat perintah kepada petugas Satpol PP tak bisa memerlihatkan. Artinya, pemindahan pedagang ke tempat baru itu atas perintah PT Elva Primandiri. Apa Satpol PP itu bawahan PT Elva? “ ungkap Deden, pedagang kelontongan.

Dikemukakan, pengerahan Satpol PP justru sempat membuat sejumlah pedagang terutama perempuan merasa syok, dan bahkan ada nyaris pingsan. Mereka ketakutan terjadi pemaksaan oleh petugas.

“Bukan hanya pedagang, banyak juga pembeli urung membeli lantaran melihat sejumlah petugas mengerubungi kios,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) Basar katakan, pihaknya berkeliling menyatakan kesiapan pedagang hendak pindah hari itu. Namun para pedagang bergeming berjualan di TPS.

“Kami sama sekali tak melarang pindah. Bahkan kami siap membantu siapapun pedagang mau pindah sekarang. Tetapi bisa dilihat sendiri. Ada enggak yang pindah?” kata Basar.

Tokoh masyarakat Limbangan juga mantan Bupati Garut Agus Hamdani menilai, pemindahan para pedagang ke bangunan baru saat ini terkesan dipaksakan. Apalagi keberadaan ratusan aparat gabungan begitu mencolok untuk pengamanan pemindahan para pedagang ini.

Agus juga heran sebab upaya pemindahan pedagang dari TPS itu lebih mengedepankan aparat keamanan, khususnya Satpol PP. Sedangkan dinas terkait yakni Dinas Perdagangan Perindustrian dan Pengelolaan Pasar (Disperindagpas) tak terlihat terjun langsung kepada para pedagang.

Semestinya, kata Agus, Pemkab melakukan urun rembug dahulu dengan para pedagang, pengembang, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan setempat sebelum dilakukan pemindahan.

Guna membahas pelbagai hal masih menjadi persoalan bisa dicarikan solusi konstruktif. Bukan mengedepankan kepentingan sepihak dari pengembang.

“Harga kios tinggi dan belum seluruh kios selesai dibangun. Juga belum tuntasnya validasi data pedagang terkait kepemilikan kios merupakan di antara permasalahan belum diselesaikan. Masih ada satu kios dimiliki beberapa pedagang,” ungkap Agus pula.

Begitu juga sejumlah tuntutan penduduk Kampung Sindang Anom masih belum terpenuhi. Seperti menyangkut pembuatan sumur bor, penanggulangan sampah dan limbah pasar, serta lahan parkir kendaraan, termasuk delman, imbuhnya.

********

( nz, jdh ).