Kontribusi Pertambangan/Penggalian Terhadap PDRB Garut Paling Minimalis

0
10 views
Kondisi Lokasi Penambangan Tutugan Leles Garut.

“PDRB Garut Melambat 1,01”

Garut News ( Jum’at, 10/08 – 2018 ).

Kondisi Lokasi Penambangan Tutugan Leles Garut.

Pertambangan dan penggalian (mining & quarryng) merupakan satu dari 20 kategori lapangan usaha, yang paling minimalis (-2,26) kontribusinya terhadap “Produk Domestik Regional Bruto” (PDRB/LPE) di Kabupaten Garut 2017.

Disusul lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya berkontribusi 2,32 lantaran banyak beralih pada hortikultura.

Sehingga pada 2017 PDRB di kabupaten setempat menjadi bertengger pada 4,89 atau melambat 1,01.

Kosman, SE

Dibandingkan PDRB tahun sebelumnya (2016) silam bisa mencapai  5,90 sebagaimana dikemukakan Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik pada BPS Kabupaten Garut, Kosman, SE kepada Garut News di ruang kerjanya, Jum’at (10/08-2018).

Minimalisnya kontribusi mining & quarryng, menurut banyak kalangan sangat tak berbanding lurus dengan intensitas kerusakan lingkungan yang disebabkan lapangan usaha tersebut, terutama usaha penggalian pasir dan batu.

Bahkan aktivitas penggalian pasir, dan batu juga selama ini membahayakan keselamatan jiwa. Menyusul Selasa dini hari, ( 07/08 – 2018 ) lalu, menewaskan seorang pengemudi truk, Haris penduduk Cicalengka Kabupaten Bandung.

Gencar Gerogoti Alam, dan Lingkungan.

Ketika mengantre pengangkutan pasir tertimpa batu akibat longsoran di lokasi penambangan Tutugan Leless, korban sedang berada di dalam truk.

Sedangkan dari 20 lapangan usaha itu, informasi dan komunikasi yang paling tinggi kontribusinya 11,83 terhadap PDRB Garut 2017.

Fenomena ini, antara lain menunjukan banyaknya penduduk yang berbelanja piranti komunikasi di antaranya android merebak – marak hingga di desa dan perkampungan, meski banyak di antaranya masih “Buang Air Besar Sembarangan” (BABS).

“Malahan ironisnya pula, pada 2018 Kabupaten Garut termasuk sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, yang jumlah kematian bayinya tertinggi saat proses persalinan,” ungkap Kabid Kesmas Dinkes Jabar, Sri Sudartini).

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.