PDP Meninggal Dunia Masyarakat Diserukan Tetap Tenang

0
35 views
Ricky R Darajat.
Sampaikan Keterangan Pers.

“Menembus Angka 1.274”

Garut News ( Kamis, 02/04 – 2020 ).

Masyarakat diharapkan tetap tenang jangan panik menyikapi adanya ‘Pasien Dalam Pengawasan’ (PDP) yang meninggal dunia, melainkan hendaknya senantiasa menjaga jarak interaksi sosial, lindungi diri, lindungi sesama.  

Himbauan tersebut antara lain dikemukakan Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky R Darajat, SH di Gedung Pendopo kabupaten setempat, Kamis (02/04-2020).

Masyarakat Jangan Panik, Namun Waspada.

Wakil Direktur RSU dr Slamet, dr Een Suryani juga mengemukakan dengan wafatnya PDP otomatis virusnya pun mati, sehingga jenazah bisa dishalatkan di rumah maupun masjid tergantung pihak keluarganya.

Bahkan wafatnya PDP itu, hingga kini masih belum tentu lantaran positip tertular wabah Covid-19.

Dua PDP corona dirawat di ruang isolasi RSU dr Slamet meninggal dunia, Rabu (02/04-2020) malam.

Seorang di antaranya tercatat PDP sempat kabur dari perawatan, seorang laki-laki berusia 20 tahun asal Cigedug. Sedangan PDP lainnya laki-laki 55 tahun asal Leles.

Belum diketahui, penyebab kematian mereka. Apakah terjangkit Covid-19 atau penyebab lain.

“Mereka berstatus PDP, namun belum tentu positif corona. Keduanya datang berkondisi sakit,” ungkap Ricky Rizki Darajat.

Dikatakan, penduduk di daerah kedua PDP meninggal dunia sempat resah meski tak ada penolakan pemakaman jenazahnya. Warga hanya meminta kepastian status (penyebab kematian) pasien, serta agar rumah dan lingkungan warga setempat disemprot cairan desinfektan.

Sedangkan pada 26 Maret 2020, dua PDP Covid-19 juga meninggal dunia dalam perawatan di ruang isolasi RSU dr Slamet. Keduanya perempuan. Satu diantaranya 40 tahun, dan lainnya balita 2,5 tahun. Mereka dipastikan meninggal bukan terjangkit Covid-19 melainkan penyebab lain, katanya.

Dengan meninggalnya kedua PDP tersebut, PDP di RSU dr Slamet hanya tinggal dua orang dari sebelumnya empat orang. Seorang pasien lain masih dirawat di ruang isolasi RSU dr Slamet Garut berstatus positif Covid-19.

“Kondisi pasien positif Covid-19 membaik. Namun beberapa hari ke depan diperiksa lagi,” imbuhnya.

*******/Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Berikut Selengkapnya Keterangan Ricky R Darajat, SH :

Perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut s.d Hari ini Kamis 02 April 2020, s/d pukul 16.30 WIB :
1. Jumlah kasus Covid-19 Positif, masih tetap 1 kasus dan dirawat di RSUD dr. Slamet
Garut.
Dimana hari ini sudah menginjak hari ke-11 perawatan, artinya tinggal menunggu
hari ke-14 dan ke-15 untuk diambil sampel spesimen ulang guna memastikan bahwa yang bersangkutan kondisinya sehat dalam artian sudah tidak ditemukan lagi virus
corona dalam sampel yang akan diperiksa laboratorium rujukan di Bandung;

2. Bahwasanya, tadi malam sekitar Pukul 23.00 WIB ada 2 (dua) pasien PDP (Laki-laki 20 tahun dan Laki-laki 52 tahun) yang sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Slamet Garut dinyatakan meninggal dunia.
PDP tersebut memiliki riwayat perjalanan penyakit sebagai berikut :

*PDP Laki-laki, 20 Tahuan*
a. PDP pulang dari Bogor ke rumahnya Hari Rabu Tanggal 18 Maret 2020, dengan kondisi demam dan sakit gigi;

b. Tanggal 26 Maret 2020, PDP sempat menjalani perawatan di UPT Puskesmas Cisurupan selama 1 hari;

c. Tanggal 27 Maret 2020, oleh UPT Puskesmas Cisurupan dirujuk ke RSUD dr. Slamet
Garut dan langsung mendapatkan penanganan di ruang isolasi Covid-19 dengan status sebagai PDP;

d. Namun, pada Tanggal 28 Maret 2020, PDP tersebut sempat pulang ke rumahnya di
Cigedug tanpa sepengetahuan rumah sakit, DAN pada Pukul 12.30 WIB (Tanggal 29 Maret 2020) berhasil dievakuasi dan dibawa kembali ke RSUD dr. Slamet Garut;

e. PDP selama tanggal 29 Maret sampai dengan 01 April telah dilakukan tatalaksana
pengobatan dan perawatan, termasuk pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium rujukan di Bandung;

f. Pada Tanggal 01 April 2020, PDP tersebut dinyatakan meninggal dunia.

*PDP Laki-laki, 52 Tahun*
a. PDP kesehariannya bekerja sebagai sopir taxi di Jakarta dan pulang ke Garut Tanggal 19 Maret 2020 dalam keadaan sakit. Hasil anamnesa keluhan sakit batuk-batuk, sesak, dan sering demam ringan selama beberapa hari sebelum
kepulangannya ke Garut;

b. Tanggal 20 Maret PDP tersebut berobat ke salah satu klinik swasta yang ada disekitar tempat tinggalnya, namun tidak ada perbaikan;

c. Tanggal 22 Maret 2020, PDP berobat ke UPT Puskesmas Leles dengan keluhan
yang sama (batuk, dan sesak) dan petugas puskesmas merujuk pasien untuk di periksa rontgen di salah satu RS di Garut;

d. Tanggal 24 Maret 2020, PDP mengontak petugas UPT Puskesmas Leles lagi dengan
keluhan sesak yang semakin memberat. Oleh petugas disarankan untuk datang lagi
ke puskesmas dengan membawa hasil rontgen nya. Pada saat itu, hasil rontgen
dinyatakan radang paru-paru berat dan diduga PDP yang harus segera dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut;

e. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim PSC datang menjemput PDP dan dibawa ke RSUD dr. Slamet Garut dan langsung mendapatkan penanganan di ruang isolasi dengan status PDP;

f. Tanggal 30 Maret PDP sempat membaik dan statusnya berubah menjadi ODP.

g. Namun pada tanggal 01 April yang bersangkutan mengalami pemburukan dan
statusnya berubah lagi menjadi PDP saat itu pula dilakukan tindakan medis dan
pengambilan sampel spesimen laboratorium;
h. Tanggal 01 April pukul 23.30 WIB PDP dinyatakan meninggal. Pemulasaraan telah
sesuai SOP dan protokol untuk diserahkan kepada keluarga PDP.

3. Atas kejadian tersebut, maka pemerintah melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
a. PDP selama dirawat telah mendapatkan penanganan sesuai SOP rumah sakit;

b. Pada saat pemulasaraan jenazah, PDP tersebut telah sesuai dengan SOP dan protokol penanganan jenazah;

c. Secepatnya meminta ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat, agar
mempercepat proses pemeriksaanya sebagai upaya untuk mendapatkan kepastian status Covid-19 atas PDP tersebut;

d. Langkah antisipasi di lapangan, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan puskesmas
dimana domisili PDP tinggal, melakukan tracing terhadap kontak erat pada orang-
orang disekitar tempat tinggal PDP (keluarganya, tetangga, petugas kesehatan, dan
masyarakat lainnya) yang memiliki riwayat kotak dengan PDP tersebut;

e. Menghimbau bagi semua kontak erat, agar melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, selama 14 hari setelah riwayat kontak dengan PDP tersebut.

Sebelum mendapatkan kepastian status Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan
laboratorium, DAN tidak menutup kemungkinan dilakukan Rapid Test apabila
hasilnya menunjukkan ke arah Covid-19;

f. Untuk menjaga kondisi yang kondusif di lapangan (lingkungan tempat tinggal PDP), maka pemerintah daerah melalui beberapa instansi terkait dan Camat setempat
menjalin koordinasi, komunikasi persuasif, dan edukasi agar tidak terjadi kepanikan di
masyarakat sekitarnya.

4. Sementara itu, Total kasus (ODP, PDP dan Konfirmasi +) sampai hari ini sebanyak 1.274
kasus, terdiri dari :
a) ODP : 1.256 kasus (117 kasus baru, 27 dalam perawatan, 200 selesai pemantauan, dan 1.029 dalam pemantauan)

b) PDP : 17 kasus (2 kasus sedang dalam perawatan dan 15 kasus selesai pengawasan dan dipulangkan dari RSUD dr. Slamet Garut)

c) Konfirmasi + : 1 kasus dalam perawatan.

*********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here