PDAM Berkewajiban Tingkatkan Kualitas Jasa Layanan Masyarakat

0
119 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 30/12 – 2015 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pengelolaan “Perusahaan Daerah Air Minum” (PDAM) Tirta Intan Garut, berkewajiban meningkatkan profesionalitas, dan kualitas jasa layanan penyediaan air minum kepada masyarakat, sekaligus memerhatikan kesejahteraan karyawannya.

Lantaran institusi tersebut, bukan perusahaan nirlaba. Melainkan perusahaan komersial, tandas bupati setempat Rudy Gunawan,  pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 PDAM itu, di halaman kantor pusatnya Jalan Munjul KM 3 Garut, Selasa (29/12-2015).

“PDAM bukan perusahaan nirlaba, tetapi komersial. Kita jual air kepada masyarakat, dan mereka membayar pada kita sesuai perjanjian pelanggan. Pelayanan PDAM harus bagus karena air dialirkan ini dibeli masyarakat. Bukan suatu yang gratis. Maka, saya minta tingkatkan profesionalime. Karena PDAM ini perusahaan komersial kudu memberi pelayanan kepada pelanggan sebaik-baiknya !” katanya.

Berulangkali ditekankan bupati, jika PDAM tak bisa memberi layanan baik, maka mendapatkan stigma buruk tak hanya PDAM melainkan juga Pemkab.

Ilustrasi. Repro Foto.
Ilustrasi. Repro Foto.

Sehingga, diminta ada perbaikan manajemen PDAM pada upaya memberikan indeks kepuasan kepada masyarakat, terkait pemberian pelayanan dasar air untuk kehidupan masyarakat.

Dikemukakan, sebagai perusahaan komersial maka tak ada kata ikhlas ketika karyawan PDAM bertugas, melainkan hanya ada kata profesional. Bekerja sebab dibayar dengan mengikuti ketentuan peraturan berlaku di lingkungan tempat berkerja.

“Kita profesional. Kita dibayar mereka menjadi pelanggan. Ada mengatakan jadi Bupati harus ikhlas. Tak harus ikhlas ! Karena sebagai Bupati itu dibayar rakyat. Harus dibedakan keikhlasan atau profesional. Ini harus jadi filosofi PDAM ke depan. Kita memberikan pelayanan pada masyarakat karena kita dibayar mereka,” katanya pula.

Dengan meningkatnya kualitas pelayanan, diharapkan jumlah pelanggan PDAM terus bertambah, imbuhnya.

Konsumen PDAM saat ini mencapai 47.000 pelanggan se-kabupaten. Diperkirakan setara tujuh persen rumah terairi PDAM dari total 600 ribu rumah se-kabupaten, dengan totalitas populasi penduduk sekitar tiga juta jiwa. Jika satu rumah dihuni lima orang.

Direktur PDAM Doni Suryadi katakan, pihaknya mendapatkan ijin pengambilan air sekitar 200 liter per detik dari Ditjen Sumber Daya Air berkaitan pembangunan instalasi air PDAM pada sumber mata air Cibolerang Karangpawitan. Sehingga pada 2018, PDAM bisa menambah saluran baru 20.000 sambungan.

“Mudah-mudahan selesai dibangun pada 2017, kita bisa menambah 20.000 saluran baru,” kata dia.

Menanggapi pernyataan bupati, Trainer EQS H Ramdani dalam tausiahnya justeru mengingatkan para karyawan PDAM agar tak melepaskan keikhlasan bekerja profesional. Keikhlasan bekerja justru menumbuhkan semangat kerja lebih profesional dan lebih baik, tak semata bernilai duniawi.

Juga terkait pernyataan bupati, sejumlah karyawan PDAM tampak kaget. Lantaran, selama ini PDAM justeru dikenal perusahaan nirlaba.

Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Supriadi menyatakan, keberadaan PDAM merupakan salah satu perwujudan amanat UUD 1945 pasal 33 (ayat 3) menyebutkan bumi, air, dan kekayaan alam terkandung di dalamnya dikuasai negara untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Pasal tersebut,  landasan filosofis pengelolaan sumber daya alam, termasuk sumber daya air, dalam kehidupan bernegara, dengan hak utama menikmatinya Rakyat Indonesia.

Serta sesuai pula dengan deklarasi “The United Nations Committee on Economic, Cultural and Social Rights” menyatakan, air bukan semata-mata komoditas ekonomi, tetapi juga komoditas sosial dan budaya (social and culture good), dan akses terhadap air hak asasi manusia.

Melalui PDAM itulah pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan air bersih untuk kebutuhan rakyat, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 14/1987 tentang Desentralisasi Tanggung Jawab Pemerintah Pusat.

PDAM diberi tanggung jawab mengembangkan, mengelola sistem penyediaan air bersih, dan melayani semua kelompok konsumen dengan harga terjangkau.

“Kalau murni komersil, mengapa ada penyertaan modal ? Juga, ada program sambungan untuk rumah tangga miskin?” ungkap Dudi, tandas mengingatkan.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here