PBM SMPN 2 Karangpawitan Masih Tak Kondusif

0
49 views
Ilustrasi.

Garut News ( Kamis, 08/03 – 2018 ).

Ilustrasi.

Proses belajar mengajar SMPN 2 Karangpawitan Garut masih tak kondusif sebab terus kian dihantui was was mengancam keselamatan, dan kenyamanan siswa maupun keamanan lingkungan sekolah tersebut.
Lantaran, paskarobohnya benteng pembatas dan pengaman sekolah sepanjang 30 meter berketinggian tiga meter, serta enam unit kamar kecil akibat didera hujan deras disertai angin kencang pada 27 Februari 2018 lalu masih pula belum ada perbaikan.

Sehingga puing-puing reruntuhan tembok benteng, dan WC masih berserakan bertumpuk di lokasi kejadian.

Pihak sekolah juga kelabakan melakukan pembersihan, dan pembenahan. Apalagi melakukan pembangunan kembali benteng pembatas sekolah, dan WC sebab terkendala pembiayaan.

Maka dikhawatirkan, jika kondisinya dibiarkan, menjadikan lingkungan sekolah sangat rawan aksi pencurian sarana prasarana sekolah.

Menjaga hal-hal tak diinginkan di malam hari, ada tiga penjaga malam bertugas ekstra melakukan penjagaan, dan pengamanan atas lingkungan SMPN 2 Karangpawitan itu.

“Meminta bantuan pada orangtua siswa, sangat riskan. Apalagi belum lama ini, pihak orangtua siswa diminta Komite Sekolah membantu pembangunan masjid sekolah digunakan siswa shalat duha, dan shalat dhuhur. Sementara dari pihak Pemerintah juga belum ada jawaban. Padahal kebutuhan dibangun kembali benteng sekolah, dan sarana WC para siswa ini sangat mendesak,” kata Guru Bidang Kurikulum Agus Suhendar, Kamis (08/03-2018).

Pihak sekolah pun, lanjutnya, tak sanggup melakukan perbaikan atau pembangunan kembali benteng pembatas, dan bangunan WC rubuh itu karena tak adanya dana.

Pihak sekolah kerap mengalami kekurangan dana pengelolaan pendidikan. Sehingga menutupi kebutuhan operasional sekolah pun terpaksa mesti memangkas sejumlah kegiatan agar kegiatan pendidikan di lingkungan SMPN 2 Karangpawitan tetap terselenggara baik.

“Di sisi lain, tak sedikit orangtua masih kurang memahami bagaimana proses pendidikan terselenggara terutama menyangkut pembiayaan. Kebanyakan beranggapan pembiayaan pendidikan cukup hanya mengandalkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Padahal faktanya tak seperti itu. Kelau program, memang tetap banyak seperti tahun sebelumnya. Tetapi dana BOS dikurangi 20% untuk pembelian buku,” ungkap Agus.

Di SMPN 2 Karangpawitan terdapat 54 tenaga pengajar, terdiri 34 tenaga pengajar PNS, sembilan honorer Satminkal SMPN 2 Karangpawitan, 11 tenaga honorer bukan Satminkal SMPN 2 Karangpawitan, Tenaga Administrasi Sekolah lima orang, Penjaga Sekolah lima orang, dan 892 siswa.

Dikatakan, benteng, dan enam unit WC di lingkungan SMPN 2 Karangpawitan terletak di Kampung Sukatani Situgede Karangpawitan tersebut, rubuh pada 27 Februari lalu sekitar pukul 16.30 WIB akibat tak kuat didera guyuran hujan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

Tak ada korban jiwa maupun terluka akibat kejadian diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp125 juta itu.

*********

NZ/Fotografer : John Doddy Hidasyat.