Paskhas – VRI Temukan Mata Tumbak Berusia Ratusan Tahun

0
144 views
Temukan Mata Tumbak.
Oman Rusmana Tunjukan Mata Tumbak.

“Menyegarkan Kembali Manfaat Kualitas Semangat Bergotongroyong”

Garut News ( Sabtu, 27/09 – 2019 ).

Batalyon Komando 461 ‘Pasukan Khas’ (Paskhas) TNI AU bersama Tim ‘Vertical Rescue Indonesia’ (VRI) berserta masyarakat, juga menemukan sebuah mata tumbak sepanjang sekitar 20 centimeter yang diperkirakan berusia ratusan tahun berkondisi sangat berkarat sehingga nampak kian rapuh.

Penemuan perkakas yang diprediksi untuk berburu satwa liar di tengah hutan, Sabtu (27/07-2019) sore tersebut, berlangsung di tengah kesibukan penggalian salah-satu pondasi jembatan rawayan  di Kampung Gebluk RT. 02/10 Desa Cibiuk Kaler Garut, yang bisa menghubungkan Kecamatan Cibiuk dengan Kecamatan Cibatu.

Semangat Tinggi TNI AU dan VRI Tuntaskan Pembangunan Jembatan Rawayan.

Bahu-membahu kegiatan Hari Bhakti ke-72 TNI AU itu berlangsung sejak, Senin (22/07-2019), yang diagendakan selesai pada 29 Juli 2019. Dengan menerjunkan satu pleton anggota Paskhas dalam pengerjaannya, ungkap Komandan Batalyon Komando 461 Paskhas Letkol Pas Togap M Siburian, Kamis, (25/07-2019).

“Kegiatan ini dalam rangka Hari Bhakti ke-72 TNI AU, semoga jembatan yang dibangun bisa meningkatkan perekonomian warga setempat,” imbuhnya.

Tingkat Kesulitan yang Tinggi.

Komandan VRI Tedi Ixdiana melalui perwakilan VRI Garut, Oman Rusmana katakan pembangunan jembatan ini yang ke-76 dari target 1.000 jembatan bakal dibangun VRI di seluruh Wilayah Indonesia.

“Di wilayah Garut pembangunan jembatan tersebut yang ke 15,” kata dia. Sedangkan pelaksanaan pembangunan dari tim gabungan, sepuluh personil VRI, 12 personil pencinta alam, beserta satu pleton anggota Paskhas juga warga dua desa.

Jembatan Baru dan Lama.

“Pembangunan ini 85 persen selesai, dengan bentangan sepanjang 65 meter selebar 1,1 meter yang bisa dilintasi sepeda motor maupun tiga orang pelintas sekaligus,” ungkap Oman Rusmana kepada Garut News, Sabtu (27/07-2019).

Dikatakan, ketinggian dari permukaan air Sungai Cimanuk sekitar 20 meter. Bisa segera menggantikan jembatan gantung lama yang dibangun 1960 namun kini berkondisi sangat riskan dengan beralaskan bambu.

Proses Penyelesaian Pembangunan.

Dikemukakan Oman Rusmana, terdapatnya proses pembangunan jembatan rawayan beralaskan kayu ini juga sekaligus bisa menjadi percontohan bagi masyarakat sekitarnya, agar bisa semakin menyegarkan kembali manfaat kualitas semangat “bergotongroyong”.

“Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, yang merupakan nilai adi luhung kearifan lokal kita,” imbuhnya.

Memotret Struktur Pondasi Utama.

Tim ekspedisi pembangunan jembatan rawayan, selama ini juga bermalam di lokasi dengan mendirikan banyak tenda dilengkapi dengan ragam perlatan teknis yang diperlukan, termasuk generator dan piranti pengelasan, ujar Oman Rusmana.

Menurut warga sekitarnya termasuk Dadang (36), pembangunan jembatan rawayan baru sangat membantu memperlancar mobilitas perekonomian riel masyarakat, lantaran selama ini banyak masyarakat Cibiuk yang berbelanja ke Pasar Cibatu.

Jembatan Baru Aman juga Nyaman Dilintasi Anak Sekolah.

Banyak pula di antara mereka yang kemudian belanjaan dari Pasar Cibatu tersebut untuk memenuhi kegiatan berdagang pada sejumlah warung di perkampungan, seperti di Kampung Sukajati lingkungan RW.10 Cibiuk.

Dari perkampungan sekitarnya lebih dekat melintasi jembatan setiap ke Pasar Cibatu, meski harus berjalan kaki melintasi jalan setapak perbukitan hutan bertofografi turun-naik, termasuk pula melintasi pematang areal persawahan, beber Dadang.

Selama Pembangunan Bermalam di Lokasi.

Demikian foto berita Garut News pada akhir pekan ini.

********

Pelbagai sumber/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here