Pasca Bencana Amuk Cimanuk Masih Sisakan Sampah

0
46 views
Hingga Senin (26/09-2016), Masih Menyisakan Sampah.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 26/09 – 2016 ).

Hingga Senin (26/09-2016), Masih Menyisakan Sampah.
Hingga Senin (26/09-2016), Masih Menyisakan Sampah.

Enam hari pasca bencana amuk Sungai Cimanuk Garut, Jawa Barat, masih menyisakan banyak sampah berserakan di banyak titik lokasi.

Menyusul sempat selama sekitar empat jam terjangan puncak ketinggian permukaan airnya mencapai delapan meter, berkecepatan sekitar 50 kilometer per jam.

Padahal pada kondisi normal berketinggian air berkisar 50 cm hingga 60 cm, bahkan lebih rendah atawa 40 cm berdebit air 6 m3/detik maupun 6.000 liter/detik.

Sungai Cimanuk.
Sungai Cimanuk.

“Terjangan puncak amuk sungai tersebut, berlangsung sejak pukul 23.20 hingga menjelang pukul pukul 24.00 (Selasa, 20 September 2016), kemudian menurun pada ketinggian sekitar 4,5 meter pada pukul 04.15 (Rabu, 21 September 2016),” ungkap Ayi Solihin (52), Mandor Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Sungai Cimanuk di Desa Paminggir Kecamatan Garut Kota.

Kepada Garut News, Senin (26/09-2016) dia mengemukakan, sebelumnya pada Selasa, 20/09-2016 pukul 19.00 ketinggian permukaan Sungai Cimanuk dibawah empat meter, dua jam kemudian maupun pukul 21.00 ketinggiannya menjadi diatas empat meter.

Jenis Sampah Baru Mulai Berserakan.
Jenis Sampah Baru Mulai Berserakan.

Disusul pada pukul 22.00 terus meningkat menjadi 4,3 meter hingga 4,5 meter, serta meningkat lagi pada pukul 23.20 menjadi berketinggian 7,7 meter hingga setinggi delapan meter menjelang tengah malam.

Masih menurut Ayi Solihin, meski selama ini pada kondisi normal berketinggian berkisar 50 cm hingga 60 cm, tetapi setelah dibangun Bendung Copong, ketinggian normalnya menjadi berkisar 80 cm hingga 90 cm, maupun terjadi peningkatan setinggi 30 cm.

Dikatakan, pemeriksaan muka air secara manual itu, setiap hari tiga kali dilaksanakan Ayi Solihin. Masing-masing pada pukul 07.00, pukul 12.00, serta pukul 17.00 serta rekapitulasinya dilaporkannya setiap bulan.

Bertebaran Sampah Baru.
Bertebaran Sampah Baru.

Kendati seluruh hasil rekaman elektronik pada Pos Duga Air Otomatik Leuwidaun Sungai Cimanuk di Desa Paminggir Kecamatan Garut Kota tersebut, langsung termonitor di Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air di Cirebon.

Namun saat berketinggian puncak delapan meter, langsung melaporkan melalui telepon ke pejabat Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air di Cirebon, pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Ternyata di sanapun sudah mengetahuinya.

Bersihkan Puing yang Porak-poranda.
Bersihkan Puing yang Porak-poranda.

Ayi Solihin pun langsung mengumumkan terjadinya peningkatan ketinggian muka air melalui pengeras suara di masjid.

 

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here