Pasar Wisata Samarang Garut Justru Kecewakan Wisatawan

0
205 views
Garut News ( Jum’at, 02/02 – 2018 ).
Suasana Pasar Wisata Samarang Garut, Jawa Barat.

Obsesi besar pada pasar Tradisional Samarang Garut, Jawa Barat, bisa menjadi pasar wisata. Ternyata tak serta merta dapat menjaring banyak wisatawan berdatangan ke Garut tertarik berkunjung ke pasar tersebut. 

Bahkan bukannya menjadikan destinasi wisata baru, melainkan tak sedikit rombongan wisatawan justru kapok mengunjungi pasar diresmikan 20 Desember 2017 dengan nama baru ‘Pasar Wisata Samarang’ dari semula Pasar Samarang itu.
Meski bangunannya terkesan megah, namun kenyataannya berkondisi tak beda dengan pasar tradisional biasa.
“Masih belum lama ini, rombongan wisatawan Bandung yang ke cipanas Darajat Pasirwangi mengeluh kecewa berat. Pulang dari Darajat, kemudian singgah ke Pasar Wisata Samarang hingga naik ke lantai atasnya mau cari oleh-oleh, eh yang ada hanya sayuran, kol, tomat, wortel, dan tumpukan ‘tolombong’ tempat sayuran,” ungkap Humas ‘Ikatan Travel Garut’ (ITGA) Andri Rahmadani, Kamis (01/02-2018).
Padahal, katanya, terlintas di dalam benak wisatawan begitu mendengar pasar wisata itu ada sesuatu produk khas Daerah Garut, khususnya Samarang dan sekitarnya, yang bisa dinikmati atau dibawa pulang sebagai cendera mata.
“Samarang itu kan terkenal dengan produk akar wangi. Setidaknya ada produk kerajinan akarwangi di sana. Ini kan hanya produk-produk pasar tradisional biasa. Sehingga banyak yang kecewa. Sampai-sampai dari pihak travel juga merasa malu. Pemandu (wisata) juga bingung mau bilang apa,” tandas  Andri, ungkapan nyaris senada dikemukakan pegiat pariwisata, Irno.
Menurut dia, kebanyakan wisatawan datang ke Garut khususnya ke daerah Samarang, dan Pasirwangi baru sebatas bertanya meyakinkan adanya pasar wisata di Garut.
Tetapi mereka belum tertarik secara khusus mampir ke pasar yang dibangun dengan menelan APBD Garut Rp27 miliar lebih itu.
“Umumnya yang pulang dari arah Darajat bilangnya, Garut ada Pasar Wisata, ya? Sudah, itu saja. Tampaknya perlu ada aktivitas menarik, yang menjadikan wisatawan sengaja mampir,” imbuhnya.
Sewaktu peresmian nama baru sekaligus launching penggunaan Pasar Wisata Samarang sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan sempat ‘sesumbar’ pasar berdiri lahan seluas 7.135 m2 tersebut berkonsepkan pasar wisata.
Dengan pertimbangan keberadannya sebagai penyangga sejumlah kecamatan, serta banyaknya obyek lokasi wisata di daerah tersebut. Sehingga selain dibangunkan kios-kios, disediakan parkir cukup luas. Bus wisata pun dimungkinkan berparkir di sana, katanya.
Karena itu, Rudy Gunawan berharap dengan direvitalisasi maka pasar-pasar di Garut termasuk Pasar Wisata Samarang itu dapat menjadi pasar rakyat yang representatif, aman, tertib, nyaman, dan bisa bersaing dengan toko modern, katanya pula.
**********
NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.