Pasar Tumpah CFD Merangsek Alun Alun Garut

0
15 views
Pedagang Merangsek Hingga ke Kawasan Alun Alun Garut.
Sarat Dipenuhi Pula Ragam Mainan Anak Anak yang Menimbulkan Kebisingan, dan Polusi Udara.

“Merebak – Marak Hingga Merangsek Ruang Terbuka Publik Alun Alun” 

Garut News ( Ahad, 07/07 – 2019 ).

Pada penyelenggaraan  ‘Car Free Day’ (CPD) di Kota Garut, ternyata “Hari Bebas Kendaraan Bermotor” (HBKB) digelar saban Ahad tersebut, kini kehilangan ‘marwahnya’ lantaran lebih menyerupaipasar tumpah’ yang merebak – marak hingga merangsek ke areal ruang terbuka publik Alun Alun kabupaten setempat, seperti pada Ahad (07/07-2019).

Sehingga selain anjungan ragam dagangan berjejer sepanjang kiri dan kanan lintasan Jalan A. Yani juga merambah Jalan Pramuka, mereka seolah berebutan lapak berdesakan dengan para pengunjung maupun pejalan kaki.

“Hari Bebas Kendaraan Bermotor” yang Justru Kian Semrawut.

Juga menjadikan Alun Alun sebagai ruang terbuka publik itu, hiruk – pikuk dengan aktivitas para pedagang yang diperparah sangat hingar – bingarnya kebisingan raungan beragam kendaraan bermotor minimalis yang sarat dimainkan anak – anak.

Menjadikan pula kawasan Alun Alun Garut dipenuhi polusi buangan asap knalpot dari kendaraan mainan anak – anak berbahan bakar campuran 2 Tax, sangat menyengat hidung para pengunjung wahana rehat di depan pelataran Masjid Agung Garut.

Tampilan Musik Keroncong di Arena CFD Garut, Ahad (07/07-2019).

Sedangkan aktivitas populasi para pedagang, yang setiap ada CFD cenderung terus – menerus bertambah.

Mata dagangan yang dijajakan setiap pedagang pun di antaranya berupa beragam jenis makanan dan minuman ringan siap saji berkemasan sangat menarik, pakaian jadi, mainan anak – anak hingga peralatan rumah tangga.

Hingar – Bingar Juga Berlangsung di Depan Pelataran Halaman Masjid Agung Garut.

Malahan ada pula pedagang dengan gerobaknya mangkal di tengah badan jalan, acap menghalangi para pejalan kaki yang semula berkeinginan bersama keluarga menikmati suasana lengang sambil menghirup udara segar tanpa kebisingan apa pun.

Mengakibatkan hari bebas kendaraan bermotor ini, nyaris lebih menyerupai pasar tumpah berpenampilan memikat, yang menggiurkan serta berpotensi menjaring para calon konsumen untuk berbelanja.

Dimana – mana banyak ditemukan sampah berserakan terutama bekas kemasan makanan, dan minuman ringan.

Suasana Sepanjang Lintasan Pusat Jantung Kota Garut.

“Setiap Ahad, anak saya yang baru lulus Sekolah Dasar memaksakan diri dengan rekannya ke CFD, meski tak dibekali uang. Namun diam – diam tabungannya digunakan untuk jajan dan membeli bahan mainan yang tak banyak memberi manfaat,” ungkap Ny. Hilda.

Ibu tiga anak tersebut, juga sangat menyesalkan selama ini tak ada upaya serius untuk mengembalikan fungsi CFD sebagaimana mestinya, tandas penduduk Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul.

Malahan selama ini pun institusi pengawasan obat dan makanan dinilai tak maksimal mengemban tugas pokok dan fungsinya.

Kawasan Ruang Terbuka Publik yang Tak Lagi Nyaman.

Padahal banyak beredar termasuk di arena CFD berupa ragam jenis makanan dan minuman ringan yang terindikasi kuat sarat menggunakan bahan kimia berupa pewarna, pengawet, serta imitasi rasa.

Penyesalan senada juga dikemukakan warga lainnya, termasuk Sudin (45) yang sekaligus memertanyakan semakin menjamurnya praktek perparkiran liar, atau tanpa karcis di seputar arena CFD Garut.

“Para pedagang perlu mendapatkan penghasilan maksimal, namun pejalan kaki di arena CFD pun memiliki hak azasi bisa menikmati suasana yang semestinya, aparat pemerintah lah yang harus konsisten melaksanakan fungsinya,” tandas Ny. Hilda pula mengingatkan dengan nada ketus.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here