Pasar Murah Paket Sembako Kecewakan Banyak Penduduk Miskin Garut

0
33 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 24/06 – 2016 ).

Berdesakan Membeli Paket Murah Sembako.
Berdesakan Membeli Paket Murah Sembako.

– Banyak penduduk rumah tangga miskin terpaksa mereka hanya bisa menggigit jari bersamaan berlangsungnya pembagian paket sembako Pasar Murah diselenggarakan Kementerian “Badan Usaha Milik Negara” (BUMN) bersama gabungan 118 BUMN, dan Pemkab Garut di Lapang Otto Iskandardinata, Jum’at (24/06-2016).

Lantaran, mereka tak mendapat pembagian kupon untuk memeroleh pembelian paket sembako murah tersebut. Sedangkan informasi ada pasar murah juga mereka terima melalui mulut ke mulut, yang tak mendapatkan jatah kupon itu di antaranya kalangan penarik becak, kusir delman, serta pedagang asongan.

Paket Murah.
Paket Sembako Murah.

Sejumlah warga pun menilai, pembagian kupon paket sembako murah ini tak tepat sasaran. Sebab banyak yang bisa membeli paket sembako murah tersebut justru dari kalangan keluarga mampu, bahkan beberapa penerima manfaat diketahui dari kalangan PNS.

Padahal Pemkab setempatr menyatakan, berhak membeli kupon itu warga dari rumah tangga miskin, atawa tercatat sebagai penerima program keluarga harapan.

Sehingga mereka pun memertanyakan tak adanya sosialisasi tentang pasar murah digelar dalam rangka HUT bersama BUMN ini.

“Dikira, beli kuponnya di sini (Alun-alun Garut). Ternyata dibagikan di masing-masing RW. Saya juga enggak kebagian. Soalnya enggak tahu. Tetapi saya dengar dari yang lain ada acara ini. Maka saya datang ke sini,” ungkap Dahlan (56), warga Kampung Mawar Kelurahan Ciwalen.

Distarkim Siapkan Toilet.
Distarkim Siapkan Toilet.

Ungkapan senada dikemukakan Eman (51), penarik becak asal Kelurahan Muarasanding. Dia mengaku mengetahui ada acara tersebut dari sesama tukang becak.

“Kalau kupon dibagikan ke kelurahan, desa, RW atau RT, pastinya bakal didahulukan dapat kupon ya keluarganya. Bukannya warga yang tak mampu. Enggak anehlah soal begini mah,” sesanya dengan nada ketus.

Staf Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota katakan, setiap RW hanya menerima jatah tiuga kupon. Masing-masing kupon dijual Rp25.000 selanjutnya ditukar dengan paket sembako seharga sebenarnya sekitar Rp150.000. Terdiri 10 kg beras, dua kg gula, dan dua liter minyak goreng.

Beras, Gula Pasir, Minyak Goreng.
Beras, Gula Pasir, Minyak Goreng.

Staf Ahli Bupati Garut Bidang Politik dan Hukum Suherman menyatakan, pasar murah itu menyediakan sekitar 3.200 paket sembako dengan harga setiap paket Rp150.000.

Untuk mendapatkan paket sembako, warga mesti mengantongi kupon. Kupon itu pun habis dibagikan kepada warga tak mampu di delapan kecamatan di kawasan perkotaan sejak tiga hari lalu.

“Kupon-kupon ini dibagikan hanya untuk penerima program keluarga harapan, atau punya kartu keluarga sehat. Pokoknya untuk warga miskin. Jadi, enggak dibagikan untuk umum,” kata Suherman.

Bupati Rudy Gunawan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN dan 118 BUMN atas terselenggaranya pasar murah itu, yang hasilnya dikembalikan ke Pemkab Garut untuk didonasikan pada 15 masjid di Garut.

Pemkab juga menerima 2.500 amplop berisi uang tunai senilai Rp250.000 per amplop untuk dibagikan kepada anak yatim piatu, katanya.

******

( nz, jdh ).