Para Pedagang Masih Bertahan di Lapang Pasopati

0
90 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 23/04 – 2016 ).

Ilustrasi. Basar Ketika Gencar Berunjukrasa.
Ilustrasi. Basar Ketika Gencar Berunjukrasa.

– Pelaksanaan pemindahan para pedagang Pasar Limbangan dari tempat penampungan sementara di Lapang Pasopati Desa Limbangan Tengah Kecamatan Balubur Limbangan kembali gagal.

Menyusul hingga Jum’at (22/04-2016) sekitar pukul 17.00 WIB, para pedagang tetap menempati kiosnya di TPS Lapang Pasopati. Seperti sehari sebelumnya, petugas Satpol PP pun hanya melakukan validasi data pedagang semestinya pindah hari itu.

Sehingga sebagian besar petugas Satpol PP hanya berjaga bersama aparat kemananan dari kepolisian dan TNI di sekitar lingkungan bangunan baru Pasar Limbangan Desa Limbangan Barat.

Padahal berdasar surat imbauan pindah dari PT Elva Primandiri bernomor 567/KHUSUS/EP/IV/2014 tertanggal 18 April 2016, hari ini dijadwalkan perpindahan pedagang sudah lunas uang muka sebesar 30%.

Sedangkan para pedagang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) menegaskan pihaknya tetap bertahan di TPS Lapang Pasopati.

“Kami menghormati kinerja pihak pengamanan memindahkan pedagang. Yang kami sayangkan, ada unsur pemaksaan dari Satpol PP. Padahal P3L pun tak melarang pedagang mau pindah. Silakan saja. Tetapi pihak manapun harus menghargai para pedagang masih bertahan,” tandas Ketua P3L, Basar Suryana.

Dia menyayangkan Bupati Garut tak bisa dikonfirmasi terkait perpindahan pedagang secara resmi melainkan baru sepihak dari PT Elva Primandiri. Pengerahan Satpol PP pun tak dilengkapi surat perintah.

Menurut Basar, persoalan tersebut dilaporkan ke Ombudsman langsung melalui pesawat telepon. Ketua Ombudsman pun mengonfirmasinya. Pihak Ombudsman juga menghubungi Bupati Garut dan ajudannya melalui telepon.

Namun karena teleponnya tak diangkat, Ombudsman pun akhirnya berkirim pesan singkat isinya agar proses pemindahan pedagang dihentikan terlebih dulu.

“Intinya, kami yang bertahan tetap bertahan. Apabila ada penggiringan secara paksa maka kami pun siap melawan. Kami juga mengirimkan surat resmi ke Ombudsman dan Komnas HAM terkait persoalan ini,” tegas Basar.

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here