Para Pedagang Garut Cemaskan Beras “Oplosan”

0
27 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 29/04 – 2016 ).

 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Skandal beras oplosan di Tangerang diduga beredar ke wilayah Jabodetabek baru-baru ini, malahan menjadikan resah sejumlah pedagang beras pada beberapa pasar rakyat di Kabupaten Garut.

“Kami khawatir kasus beras oplosan itu. Jika beras oplosan ini sampai masuk ke Garut, yang rugi tak hanya pembeli, tetapi juga para pedagang,” ungkap Wawan (55), pedagang beras di Pasar Guntur Ciawitali, Jum’at (29/04-2016).

Dia menceritakan, kekhawatiran konsumen juga terlihat dari sikap konsumen belakangan lebih berhati-hati mencermati keadaan beras akan dibelinya.

“Kemarin ada yang beli beras 15 kilogram. Tetapi sebelum beli, dia melihat-lihat dulu berasnya begitu teliti. Ketika ditanya, katanya takut berasnya oplosan,” ujar Wawan.

Untuk mencegah kemungkinan beredarnya beras oplosan, Wawan berharap Pemkab Garut melalui dinas terkait turun ke lapangan mengadakan pengecekan.

Menyikapi soal beras oplosan tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kecamatan Tarogong Kidul, H. Dayat menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan atau temuan mengenai adanya beras oplosan masuk ke wilayah Garu

Sebagai antisipasi, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan. Dia juga meminta para pedagang maupun konsumen selalu meningkatkan kewaspadaan.

“Kita lebih hati-hati saja. Kalau ada temuan aneh, kita coba cek. Biar enggak kecolongan,” ujar Dayat.

Dayat menilai kecil kemungkinan beras oplosan beredar di Garut. Sebab sebagian besar beras beredar di Garut dihasilkan dari wilayah Garut sendiri.

“Kalau pun ada dari luar, itu paling dari wilayah Jawa Tengah. Namun kami tetap harus waspada. Sebab yang namanya kejahatan itu bisa terjadi di mana saja,” imbuhnya.

Berbeda dengan beras oplosan beras plastik yang sebelumnya juga sempat menghebohkan masyarakat, beras oplosan ini tak laik konsumsi dan berasal dari Vietnam.

Beras itu dicampur beras menir untuk pakan ternak, beras lokal, dan bahan kimia supaya putih. Beras oplosan tersebut kemudian dimasukkan dalam kemasan karung beras sebelum kemudian dijual ke pasar.

********

( nz, jdh ).