Panitia MTQ Kabupaten Garut Terpaksa Meminjam Dana

0
194 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 09/11 – 2015 ).

Dahlan Syaputra.
Dahlan Syaputra.

Pihak panitia penyelenggara “Musabaqah Tilawatil Qur’an” (MTQ) ke-40 Kabupaten Garut 2015, masih kelabakan lantaran anggaran diusulkan sekitar Rp500 juta bersumber APBD setempat 2015 ternyata belum juga cair.

Padahal pelaksanaan MTQ dijadwalkan di Kecamatan Bayongbong itu tinggal dua hari lagi, Rabu (10/11-2015).

Sehingga terpaksa kudu utang dahulu pada pihak lain guna terselenggaranya beragam persiapan kegiatan.

“Secara teknis penyelenggaraannya siap, baik panitia kabupaten maupun tuan rumah tingkat kecamatan. Tetapi, terkendala anggaran masih belum cair. Sedangkan waktu pelaksanaan tinggal dua hari lagi,” ungkap Sekretaris Panitia, Dahlan Syaputra juga Kabag Administrasi Keagamaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Garut, Senin (09/11-2015).

Kata dia, terlambatnya pencairan dana kegiatan sebab masuk pada perubahan di APBD Garut TA 2015, karena terdapat perubahan nominal anggaran sebelumnya. Maka APBD 2015 Perubahan pun baru-baru ini selesai dievaluasi.

Dana tersebut, tak hanya dialokasikan kegiatan teknis MTQ melainkan pula termasuk biaya pemondokan setiap seluruh peserta, honor Dewan Hakim, dan pengamanan.

“Karena Pemkab belum mencairkan dana anggaran, panitia terpaksa patungan dulu atau meminjam ke pihak ketiga. Semua pembiayaan masih ditanggung panitia. Habis, kita tak bisa menundanya lagi,” katanya.

Dikemukakan, MTQ ke-40 dijadwalkan berlangsung 11 hingga 15 November 2015 dipusatkan di Kecamatan Bayongbong selaku tuan rumah. Diikuti kafilah dari 42 wilayah kecamatan se-kabupaten bertotal jumlah peserta sekitar 2.000 termasuk ofisial.

Diagendakan dibuka langsung Bupati Rudy Gunawan. Pada hari itu pun dilakukan pelantikan Dewan Hakim MTQ, dan digelar pawai ta’aruf seluruh kafilah.

Terdapat delapan cabang diperlombakan, terdiri Cabang Murotal (anak-anak), Tilawah (anak anak, remaja, Dewasa dan Tuna Netra), Qiroatus Sab’ah. Tahfidz 1-5 juz (anak-anak) dan Remaja 10,20 dan 30 juz. Tafsir Bahasa Indonesia 30 juz, Bahasa Inggris 30 juz dan bahasa Arab 30 juz.

Kemudian Fahmi Qur’an (Remaja), Syarhil Qur’an (remaja). Kaligrafi (Naskah, Dekorasi, Hiasan dan Transparan), serta MMQ tingkat Remaja.

Dahlan juga sangat berharap, Pemkab secepatnya mencairkan dana kegiatan MTQ itu. Dia khawatir keterlambatan pencairan bisa berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan sekaligus proses pembinaan para qori, dan qoriah, imbuhnya.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here