Pandemi Maut Tewaskan Kepala Rumah Sakit Garut

0
55 views
Makam dr Slamet, Wafat 11 Mei 1930.
Pada komplek pemakaman ini, juga terdapat makam Patih Garut dan Patih Tasikmalaya.

“Positif Covid-19 Makin Bertambah, Ponpes Yadul ‘Ulya Gencarkan ‘WIFI GRATIS’”

Garutnews ( Ahad, 11/10 – 2020 ).

Pandemi atau penyakit yang menyebar secara global meliputi area geografis luas juga menewaskan Kepala Rumah Sakit Garut, dr Mas Slamet Atmosoediro pada 11 Mei 1930 dalam  usia 38 tahun.

Pria kelahiran Lampegan 1891 yang lulus Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) 21 Juni 1916 itu gugur melawan predator wabah penyakit pes di Garut 1930, setahun sebelumnya diangkat sebagai kepala rumah sakit di Garut (belast met de leiding van ziekenhuis). Jasa besarnya diabadikan menjadi nama rumah sakit Garut.

RSU dr Slamet Garut.

Almarhum dikebumikan di Kampung Cipeujeuh Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota, satu komplek dengan pemakaman Bupati Pertama Garut, R.A.A Adi Widjaya (1813-1831).

Pada Pemakaman Keluarga Almarhum R. Adiwidjaja (Bupati Pertama Garut) ini, juga terdapat makam Patih Garut, dan Patih Tasikmalaya.

Positif Covid-19 Makin Bertambah, Ponpes Yadul ‘Ulya Gencarkan ‘WIFI GRATIS’.

“Penyebaran positif Covid-19 di 30 kecamatan”

Sedangkan hingga, Sabtu (10/10-2020, terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai 302 kasus, 14 orang di antaranya lanjut usia (lansia) 65 tahun ke atas.

Mereka berusia berkisar 65-81 tahun, terdiri tujuh perempuan, dan tujuh laki-laki. Juga  dari 14 lansia tersebut, dua di antaranya meninggal dunia (laki-laki 68 tahun) asal Kecamatan Garut Kota (KC-107), dan laki-laki pula 71 tahun asal Banyuresmi (KC-254).

Delapan pasien lansia lainnya dinyatakan sembuh (perempuan 75 tahun/KC-93) asal Kecamatan Tarogong Kidul, perempuan 68 tahun (KC-100) asal Cilawu, perempuan 69 tahun (KC-113) asal Bayongbong.

Kemudian, laki-laki 73 tahun (KC-122) asal Cisurupan, perempuan 81 tahun (KC-164) asal Banyuresmi, perempuan 68 tahun (KC-181) asal Sukawening, laki-laki 71 tahun (KC-199) asal Sukawening, dan perempuan 81 tahun (KC-225) asal Tarogong Kidul.

Empat pasien lainnya masih isolasi perawatan di rumah sakit (laki-laki 69 tahun) asal Tarogong Kidul (KC-218), laki-laki 66 tahun asal Tarogong Kidul (KC-260), laki-laki 73 tahun asal Balubur Limbangan (KC-270), dan perempuan 65 tahun asal Cilawu (KC-290).

Dalam pada itu, positif Covid-19 di Kecamatan Cilawu terus bertambah sehingga kini menjadi kecamatan terbanyak terkonfirmasi positif Covid-19, melewati Kecamatan Tarogong Kidul selama ini memiliki kasus positif terbanyak di Kabupaten setempat.

Berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 10 Oktober 2020, terkonfirmasi positif di Kecamatan Cilawu mencapai 36 kasus. Sedangkan Kecamatan Tarogong Kidul mencapai 34 kasus.

Peningkatan kasus positif di Kecamatan Cilawu terbilang signifikan, bahkan pasca penerapan PSBM di wilayah berbatasan Kabupaten Tasikmalaya tersebut per 21 September 2020.

Saat itu, positif di Kecamatan Cilawu mencapai 13 kasus. Sedangkan Tarogong Kidul s22 kasus.

Sesuai Kepbup Garut Nomor 443/Kep.853-KESRA/2020 tentang Penetapan Wilayah dan Jangka Waktu PSBM, kedua kecamatan tersebut masuk di antara delapan kecamatan diberlakukan PSBM.

Keenam kecamatan lainnya, Kecamatan Sukawening dengan 25 kasus positif sebelumnya 18, Karangpawitan 19 sebelumnya 14, Garut Kota 26 sebelumnya 22, Bayongbong 13 sebelumnya 12, Cikajang 14 sebelumnya 12, dan Banyuresmi 20 (11 di antaranya napi Lapas Garut pindahan LP Cipinang Jakarta) dari sebelumnya 6 kasus.

Terkonfirmasi positif Covid-19 tersebar di 30 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut, 12 kecamatan di antaranya memiliki sepuluh hingga lebih kasus positif. Dengan enam kecamatan masuk zona merah berisiko tinggi Covid-19 (level kewaspadaan Covid-19 tingkat kecamatan per 21-30 September 2020).

Masing-masing Kecamatan Cilawu kini memiliki 36 kasus positif, Tarogong Kidul 34 kasus, Garut Kota 26 kasus, Sukawening 25 kasus, Banyuresmi 20 kasus, dan Kecamatan Karangpawitan 19 kasus.

Di dua kecamatan sebelumnya berada di zona hijau belum terdampak Covid-19, kini ditemukan kasus positif Covid-19 sebanyak lima kasus di Kecamatan Banjarwangi, dan dua kasus di Kecamatan Cibalong.

Kecamatan zero positif Covid-19 pun berkurang menjadi 12 kecamatan, yakni Kecamatan Sucinaraja, Singajaya, Cihurip, Peundeuy, Pameungpeuk, Cisompet, Cikelet, Mekarmukti, Pakenjeng, Cisewu, Caringin, dan Kecamatan Pamulihan.

Radius penyebaran positif Covid-19 di 30 kecamatan meliputi Kecamatan Cilawu (36 kasus), Tarogong Kidul (34), Garut Kota (26), Sukawening (25), Banyuresmi (20), Karangpawitan (19), Tarogong Kaler (14), Selaawi (14), Cikajang (14), Bayongbong (13).

Kemudian Cibatu (11), Leles (10), Balubur Limbangan (9), Kadungora (8), Wanaraja (7), Cisurupan (6), Leuwigoong (6), Banjarwangi (5), Samarang (5), Karangtengah (3), Kersamanah (3), Cigedug (2), Pangatikan (2), Malangbong (2), Cibalong (2), Sukaresmi (2), Bungbulang (1), Cibiuk (1), Talegong (1), dan Kecamatan Pasirwangi (1).

Sedangkan pula hingga, Ahad (11/10-2020) Pukul 20:27:49 WIB, yang terpapar Covid-19 di kabupaten ini mencapai 8.635 orang. Terdiri Konfirmasi 305, Probable 0 kasus,  Suspect 3.102, serta Kontak Erat menembus angka 5.228 kasus.

******

Pelbagai Sumber/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here