Padi Palawija Garut 1.338.256 Ton, Namun Petaninya Miskin

0
30 views
Buruh Tani Miskin di Garut, Jawa Barat.

Garut News ( Kamis, 18/01 – 2018 ).

Buruh Tani Miskin di Garut, Jawa Barat.

Produk padi dan palawija selama 2017 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berupa padi sawah, padi gogo, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, serta ubi jalar mencapai 1.338.256 ton pada luas panen 133.916 hektare.

Total produk delapan jenis komoditi mencapai 1.338.256 ton tersebut, dengan capaian 110,03 persen dari sasaran 2017 (1.216.280 ton), serta mencapai 105,12 persen dibandingkan realisasi 2016 (1.273.073 ton).

Terdiri produksi padi sawah 901.963 ton, padi gogo (96.188 ton), jagung (606.665 ton), kedelai (10.427 ton), kacang tanah (23.350 ton), kacang hijau (1.150 ton), ubi kayu (604.732 ton), dan produksi ubi jalar (91.932 ton).

Namun para produsennya masih banyak dijerat kemiskinan, lantaran 70 persen petani gurem dengan rata-rata kepemilikan tanah yang mereka kelola hanya berkisar 0,02 hingga 0,03 hektar  setiap ‘Kepala Keluarga’ (KK) petani.

Kondisi memprihatinkan ini, juga tercermin dari data BPS yang menunjukan angka kemiskinan di pedesaan 13,93 persen. Atau Lebih besar dibandingkan angka kemiskinan di perkotaan 7,72 persen (per Maret 2017).

Sedangkan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO), juga menyatakan dan menetapkan, suatu negara bisa dikatakan negara agraris dilihat dari luasnya ketersediaan lahan per kapita. Umumnya, negara-negara agraris di dunia memiliki ketersediaan lahan per kapita di atas 1.000 m2.

Di Indonesia hanya memiliki lahan per kapita seluas 568,7 meter persegi (m2), sehingga masih tertinggal jauh dari negara – negara seperti Vietnam (960 m2 per kapita), Cina (1.120 m2 per kapita), India (1.591 m2 per kapita), Thailand (5.226 m2 per kapita), dan Australia (26.264 m2 per kapita).

Dalam pada itu, kian merebak – maraknya alih fungsi lahan di Kabupaten Garut. Semakin mendesak bisa segera diimbangi dengan upaya nyata pencetakan sawah baru, maupun perluasan areal pertanian tanaman pangan secara terencana, terukur, serta menyeluruh.

*******

Opini/Fotografer : John Doddy Hidayat