Pabrik dan Penambangan Pasir Diduga Penyebab Leles Banjir

0
55 views
Diduga Sangat Minim Penyerapan Air.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 06/04 – 2017 ).

Diduga Sangat Minim Penyerapan Air.
Diduga Sangat Minim Penyerapan Air.

Luapan banjir kembali menerjang lintasan ruas badan Jalan Raya Garut-Bandung di Kecamatan Leles, lantaran meski hujan deras hanya berlangsung sekitar satu jam, Kamis (6/04-2017) sore.

Sehingga sangat menghambat mobilitas arus lalu lintas dari arah Garut menuju Bandung maupun sebaliknya.

Sehingga banyak kendaraan melintas terpaksa menepi menunggu surutnya air banjir berarus cukup kencang. Sebagian lagi bahkan berbalik memutar arah menghindarinya.

“Air hujan deras tak tertampung di gorong-gorong, dan meluap ke jalan raya,” ungkap Fauzi salah seorang penduduk juga anggota relawan SAR (Search and Rescue).

Penambangan Pasir Leles.
Penambangan Pasir Leles.

Banjir tersebut berketinggian sekitar 30 centimeter, yang menerjang kawasan lintasan ruas Jalan Raya Garut-Bandung ini, terlihat mulai sekitar Pasar Leles hingga kawasan Alun alun, termasuk kantor Kepolian Sektor, dan kantor Kecamatan setempat.

Bahkan tak hanya itu, banjir juga menggenangi kawasan penduduk tiga desa. Terdiri kawasan RW 08, RW 09, dan RW 10 Desa Cicapar, RW 05, dan RW 06 Desa Haruman, serta kawasan RW 02, dan RW 03 Desa Salam Nunggal.

Diduga banjir terjadi akibat saluran pembuangan air (drainase) tersedia, tak mampu menampung luapan air hujan yang turun deras sore itu. Diperparah pula banyaknya sampah menyumbat drainase.

Sebagian kalangan juga memerkirakan banjir tersebut tak terlepas dari akibat berubahnya fungsi kawasan serapan air yang kini menjadi areal bangunan pabrik sepatu olahraga PT Chang Shien, dan lainnya menjadi kawasan pertambangan galian C.

“Sebelum ada pabrik di sana, dan kegiatan galian pasir seperti sekarang, belum pernah ada kejadian banjir seperti ini,” kata Deni warga setempat.

Banjir serupa sebelumnya sempat terjadi pada 25 Februari 2017 lalu. Hingga berita ditulis, tak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka.

***********

(NZ, Jdh).