P3L Mengadukan Nasib Mereka Langsung Ke Presiden

0
37 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 21/04 – 2016 ).

Ilustrasi. Bupati dan Wabup Garut, Seolah Saksikan Langsung Orasi Demo dari P3L.
Ilustrasi. Bupati dan Wabup Garut, Seolah Saksikan Langsung Orasi Demo dari P3L.

Lantaran merasa “sangat” dizalimi Pemkab Garut beserta PT Elva Primandiri selaku pengembang Pasar Limbangan, maka masyarakat pedagang mengadukan kondisi nasib mereka langsung kepada Presiden RI, Joko Widodo melalui surat terbuka sejak, Rabu (20/04-2016).

Para pedagang tergabung “Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan” (P3), dan penduduk Kampung Sindang Anom sekitar pasar juga membentangkan surat terbuka. Berupa spanduk berukuran besar sekitar 2,5 x 6 meter pada pagar lantai dua bagian depan kompleks bangunan baru Pasar Limbangan.

Berdampingan dengan spanduk besar lain berisikan penolakan Warga Sindang Anom terhadap penggunaan Pasar Limbangan yang baru, sebelum terdapat kesepakatan dan kesepahaman antara Pemkab Garut dan PT Elva Primandiri dengan mereka.

Keberadaan kedua spanduk tersebut sangat mencolok. Berada di antara dua spanduk lain berukuran lebih kecil diduga dipasang pedagang pro pengembang menyatakan mereka siap dipindahkan.

Spanduk itu, dipasang di tengah aksi unjuk rasa sekitar 200 warga P3L dan Penduduk Sindang Anom seusai melakukan aksi long march dari pasar darurat di Lapang Pasopati menuju kantor pemerintah Kecamatan Balubur Limbangan.

Dalam suratnya, mereka sama sekali tak menolak terhadap revitalisasi Pasar Limbangan. Namun mereka tak setuju atas apa dilakukan Pemkab dengan pengembang, yang dengan sengaja membajak hak-hak mereka sebagai pedagang dan warga sekitar pasar.

Beragam usaha dilalui, baik bermusyawarah maupun lewat jalur hukum. Namun putusan-putusan pengadilan dan rekomendasi dari Ombudsman ternyata masih belum berdampak positif.

“Kami butuh Bapak. Tidak ada alasan lain, kenapa kami butuh Bapak selain keyakinan kami bahwa Bapak adalah orang baik dan telah menjadi harapan orang-orang kecil,” ungkap Ketua P3L Basar Suryana ketika membacakan surat terbuka di hadapan pengunjuk rasa.

Dalam aksinya, massa kembali menegaskan penolakan mereka terhadap pemindahan pedagang ke bangunan baru Pasar Limbangan. Mereka menilai pemindahan warga pedagang direncanakan Kamis (21/04-2016), terlalu dipaksakan bahkan terburu-buru.

Padahal banyak persoalan menyangkut legalitas pembangunan pasar, serta pemenuhan tuntutan warga dengan pengembang maupun Pemkab Garut masih belum tuntas.

Sementara itu, suasana sekitar Pasar Limbangan sejak sebelum aksi unjuk rasa menjadi mencekam. Aparat keamanan, baik dari kepolisian, TNI maupun Satpol PP ditambah sejumlah petugas Dinas Perhubungan tampak bersiaga pada beberapa titik lokasi sekitar pasar.

Polres Garut menurunkan sedikitnya 600 anggota ditambah pasukan Brimob bersenjata laras panjang. Sedangkan Satpol PP menerjunkan 150 petugas.

********

( nz, jdh ).