P3L Konsisten Pada Komitmen Tuntutannya

0
42 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 19/04 – 2016 ).

 

Mereka Menyatakan Siap Dipindahkan.
Mereka Menyatakan Siap Dipindahkan.

– Proses pemindahan para pedagang Pasar Limbangan dari lokasi penampungan sementara di Lapangan Pasopati ke bangunan baru, yang diagendakan berlangsung mulai Kamis (21/04-2016) ditengarai bisa rawan menimbulkan konflik antarpedagang pasar tersebut.

Menyusul pada Senin (19/04-2016) kemarin, sejumlah penduduk mengatasnamakan pedagang Pasar Limbangan bersama pengembang PT Elva Primandiri sengaja mendatangi kantor Setda Pemkab setempat, dan menyatakan siap dipindahkan ke bangunan baru Pasar Limbangan sesuai jadwal.

Namun, ratusan pedagang tergabung dalam “Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan” (P3L) hingga kini menilai masih banyak hal menyangkut pembangunan Pasar Limbangan belum tuntas diselesaikan.

“Izin Mendirikan Bangunan” (IMB) baru diklaim Pemkab sebagai dasar penyelesaian pembangunan gedung pasar, juga kuat ditengarai cacat hukum.

 

Berdatangan Pada Senin (18/04-2016).
Datangi Kantor Setda Pemkab Garut Pada Senin (18/04-2016).

Mereka pun menilai pertemuan empat arah dilakukan Pemkab sebagai upaya mencari solusi atas kekisruhan pembangunan pasar masih pula belum tuntas.

“Memang Bupati Garut pernah mengeluarkan surat Nomor 511.2/Ademrek pada 10 Desember 2015, memerintahkan PT Elva (Elva Primandiri) selaku pengembang menghentikan sementara pembangunan pasar. Tetapi fakta di lapangan tak begitu. Pembangunan terus saja berjalan, bahkan dilakukan addendum kerjasama perpanjangan pelaksanaan pembangunan,” ungkap Ketua P3L Basar Suryana, Selasa (19/04-2016).

Justru yang terjadi, sesal Basar, Pemkab menerbitkan addendum pada 5 Oktober 2016 atas perjanjian kerjasama antara Pemkab Garut dengan PT Elva.

“Pertemuan empat arah itu juga sebenarnya belum pernah tuntas hingga sekarang. Belum ada kesepakatan apapun,” tandasnya, mengingatkan.

Ungkapan senada dikatakan pendamping P3L dari Garut Govermance Wacth (G2W) Yuda Ferdinan. Dia bahkan menilai Pemkab malahan melakukan maladministrasi, dan tak pernah melakukan penegakan hukum terhadap pelbagai pelanggaran terjadi selama berlangsung pembangunan Pasar Limbangan.

“Kami tak alergi terhadap pembangunan pasar di Garut sepanjang prosedur dan mekanismenya memang ditempuh sesuai peraturan perundang-undangan berlaku. Kami tak berharap kasus seperti terjadi atas Pasar Limbangan menjadi preseden buruk bagi pembangunan lainnya di Garut ke depan,” tegas dia.

Sehubungan rencana pemindahan pedagang ke bangunan baru Pasar Limbangan pada Kamis besok, Yuda menegaskan P3L dengan tegas menolaknya sepanjang tuntutan mereka belum dipenuhi pengembang maupun Pemkab Garut.

Sebelumnya kepada sejumlah wartawan, Direktur PT Elva Primandiri Elva Waniza katakan, pemindahan pedagang harus segera dilakukan karena selama ini pedagang maupun pembeli merasa tak nyaman bertransaksi di tempat penampungan sementara. Juga warga sekitar, guru serta siswa sekolah di sekitarnya. Kondisi pasar darurat tersebut kotor dengan akses jalan sempit, dan situasinya tak kondusif.

Dia sebutkan, dari 1.200 unit kios di Pasar Limbangan, sekitar 800 unit kios di antaranya siap ditempati. Apalagi mendapatkan izin dari Bupati Garut, katanya.

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here