P-8 Poseidon, Pesawat Anti-kapal Selam Tercanggih Pemburu Malaysia Airlines

by

Garut News ( Senin, 24/03 – 2014 ).

P-8 Poseiodn milik US Navy. (navaair.navy.mil).
P-8 Poseiodn milik US Navy. (navaair.navy.mil).

Selain pesawat AP-3C Orion milik Angkatan Udara Australia (RAAF), pesawat milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) P-8 Poseidon juga ikut serta pada pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370, hilang sejak Sabtu (08/03-2014).

Diberitakan CNN, Ahad (23/03-2014), satu P-8 Poseidon terbang rendah melakukan penyelidikan ke area Samudra Hindia, di mana obyek berukuran 22,5 meter x 13,5 diduga puing MH370 seperti dicitrakan satelit China berada.

P-8 Poseidon, pesawat anti-kapal selam paling baru dan canggih saat ini.

Di US Navy, pesawat ini menggantikan pesawat P-3 Orion sudah digunakan sejak 1950-an.

Seperti apa profil dan kecanggihan pesawat ini?

 

Interior kokpit pesawat P-8 Posedion milik US Navy. (navaair.navy.mil).
Interior kokpit pesawat P-8 Posedion milik US Navy. (navaair.navy.mil).

Dikutip dari situs Boeing dan Flightglobal, P-8 Poseidon pesawat awalnya diproduk khusus US Navy oleh Boeing Defense, Space, and Security.

Pesawat ini, modifikasi dari pesawat penerbangan sipil, Boeing 737-800ER.

Pesawat militer itu dikembangkan dengan beberapa tujuan utama, melakukan pemantauan dan penyerangan kapal selam, atawa armada laut asing di permukaan, serta melakukan pemantauan, pengawasan, dan pengintaian beragam tujuan.

Salah satu tujuan penggantian P-3 Orion dengan Boeing P-8 Poseidon sendiri, mengurangi biaya misi serta perawatan.

P-8 Poseidon dikatakan mampu membawa muatan lebih banyak, terbang di ketinggian lebih tinggi, serta menjangkau area lebih luas.

Bagian-bagian pesawat P-8 Poseidon. (militaryparitet.com).
Bagian-bagian pesawat P-8 Poseidon. (militaryparitet.com).

Beberapa perangkat canggih dimiliki pesawat sepanjang 39,47 meter ini, High Altitude Anti-Submarine Warfare Weapon Capability (HAAWC), serta AGM-88 Harpoon Anti-Ship Missile.

P-8 Poseidon juga memiliki sensor hidrokarbon digunakan mendeteksi uap bahan bakar kapal selam.

Bisa membawa sembilan awak di kabinnya, P-8 Poseidon mampu menjalankan misi selama enam jam pada rentang wilayah 1.100 km, dan empat jam dengan rentang wilayah 2.000 km.

Meski lebih maju, P-8 Poseidon tetap membawa perangkat mumpuni dimiliki P-3 Orion diproduksi Lockheed Martin, yakni Magnetic Anomali Radar (MAD), perangkat berfungsi mendeteksi benda logam besar di kedalaman lautan, misalnya kapal selam.

P-3 Poseidon terbang perdana pada sebuah tes, 25 April 2009.

Penerbangan tujuan tes kemampuan selanjutnya dilakukan Agustus 2010.

Produksi massal jumlah terbatas dimulai 4 Maret 2012.

Hingga Juli 2013, terdapat 15 unit pesawat dibuat.

Hingga kini, terdapat beberapa tipe pesawat.

P-8 Poseidon dikembangkan US Navy dinamai P-8A.

Militer India memesan pesawat P-8I Neptune.

RAAF juga memesan delapan pesawat tipe P-8A.

Sedangkan Angkatan Udara AS memesan P-8 AGS, melakukan pemantauan daratan.

 

Petugas melakukan instalasi radar AN/APY-10 produksi Raytheon Co pada hidung pesawat P-8 Poseidon. (key.aero).
Petugas melakukan instalasi radar AN/APY-10 produksi Raytheon Co pada hidung pesawat P-8 Poseidon. (key.aero).

Dalam pencarian MH370, seperti dikutip IBTimes, Selasa (18/03-2014), perangkat sangat berguna AN/APY-10 Radar dibuat Raytheon Co.

Radar terdapat di hidung pesawat ini mampu mendeteksi debris logam bahkan di tengah gelombang tinggi.

Pada Januari 2014, laporan Bloomberg mengutip sumber di Pentagon, Michael Gilmore, menyatakan pesawat seharga per unit sekitar 201,4 juta dollar AS (menurut laporan US Government Accountability Office pada Maret 2013) ini kurang efektif pada pengawasan, dan pengintaian kapal selam dalam area luas.

Boeing menanggapi laporan itu dengan menyatakan, pihaknya bekerja keras memenuhi permintaan militer.

Namun, Boeing menyatakan pada dasarnya radar, dan perangkat lain P-8 Poseidon mumpuni, mengalahkan P-3 Orion.

Terkait laporan tersebut, US Navy sendiri belum mengubah rencana mengaplikasikan 117 P-8 Poseidon pada 2019.

Program mengganti P-3 Orion dengan P-8 Poseidon, menelan dana lebih dari 30 miliar dollar AS.


Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com