OTG Dominasi Penambahan Pandemi Maut di Garut

0
19 views
Ditegur dan Disarankan Oleh Satgas Merpati Satpol-PP Garut, Agar Patuhi Protokol Kesehatan.

“Garut Dikepung 4.590 ODP dan OTG”

Garut News ( Selasa, 16/06 – 2020 ).

Update data, Selasa (16/06-2020) Pukul 20:01:29 WIB, bersumber Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut. Menunjukan, ‘Orang Tanpa Gejala’ ( OTG) mendominasi penambahan kasus pandemi maut di kabupaten tersebut.

Selain terdapat 25 terkonfirmasi positif serta 75 PDP, Kabupaten ini pun dikepung 4.590 ODP dan OTG terdiri 2.681 ODP dan 1.809 OTG.

Dari 2.681 ODP itu, bertambah enam kasus dibandingkan sehari sebelumnya 2.675 ODP, sedangkan ‘dominasi’ penambahan OTG mencapai 164 kasus dibandingkan periode sama 1.645 kasus menjadi 1.809 OTG.

Public Safety Center Senantiasa Bersiaga Penuh 24 jam Berperanserta Mencegah Penyebaran Penularan Covid-19, Mendapatkan Bantuan Lima Paket APD dari DT. Peduli Masing-Masing Berisikan Hazmat, Shoes Cover, Handscoon, Faceshield, dan Sugical Mask.

ODP mengelompokkan individu antara lain berdasar gejala demam atau gangguan pernapasan, juga berdasar riwayat perjalanan ke daerah terinfeksi virus corona atau tinggal di daerah tersebut. Kemudian pula riwayat kontak dengan orang terinfeksi atau diduga terinfeksi coronavirus.

Sedangkan OTG, mereka tak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang terkonfirmasi positif Covid-19 tetapi memiliki kontak erat. Kontak erat seseorang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan/berkunjung, beradius satu meter dengan PDP atau kasus konfirmasi Covid-19.

Bantuan Lima Paket APD dari DT. Peduli Kabupaten Garut.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto, sebagian besar kasus positif Covid-19 yang ditemukan berasal dari mereka yang tidak mengalami sakit apa pun atau OTG, sehingga perlu diwaspadai.

Sejak tiga bulan terakhir, awal Maret 2020, kemudian merebak masif menelan banyak korban ditikam wabah dahsyat yang tak kasat mata ini,  preadator itu pun bisa melumpuhkan denyut nadi perekonomian.

“Garut Miliki PCR”

RSU dr Slamet Garut kini miliki piranti tes swab virus corona berupa Polymerase Chain Reaction diagnostic kit (PCR). Guna memastikan positif atau tidaknya seseorang Covid-19.

Bupati Garut Rudy Gunawan katakan, PCR didatangkan dari Amerika Serikat tersebut bisa menampung 30 sampel swab per 20 jam.

“Sehingga yang positif mau di-swab ke dua kali, hasil swabnya bisa diketahui hanya butuh waktu 12 jam,” katanya pula usai meresmikan pengoperasian PCR di RSU dr Slamet, Senin (15/06-2020).

“Sekali (tes) swab bisa menghabiskan biaya Rp700 ribu. Namun Pemkab Garut menganggarkan bagi masyarakat dalam upaya pencegahan Covid–19. Maka, kami gratiskan,” kata dia.

Hari pertama pengoperasian PCR, Rudy Gunawan menjadi orang pertama diperiksa sampel swabnya, disusul 16 lainnya. Berselang sekitar empat jam kemudian dia dinyatakan negatif Covid-19.

Direktur RSU dr Slamet Husodo Dewo Adi menyatakan, pelayanan labolatorium PCR diutamakan melayani kasus ODP dan PDP di Garut. Sedangkan pelayanan umum masih dalam tahap evaluasi.

“Sesuai tenaga medis dan alat tersedia, kami melayani 30 sampel PCR setiap hari, Namun, kami mengusulkan menambah satu mesin lagi guna pelayanan maksimal bagi kebutuhan percepatan pencegahan Covid–19,” ujarnya.

Dikemukakan, hasil tes PCR melalui metode swab dilaksanakan hari itu terhadap Rudy Gunawan dan 16 lainnya menunjukkan negatif Covid-19. Termasuk lima pasien terkonfirmasi positif.

Sehingga ada lima pasien kasus konfirmasi positif dinyatakan sembuh setelah dilakukan beberapa tes PCR. Mereka empat orang asal Kecamatan Selaawi, dan satu asal Leuwigoong.

**********

JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here