Ormas Islam : Garut Jangan Menjadi Kota “Maksiat”

0
127 views
Dedi

“Desak Pemkab Segera Menutup Tempat Hiburan Karaoke”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 14/10 – 2017 ).

Dedi Kurniawan (Kenakan Peci Hitam).

********* Ormas Islam Kabupaten Garut, bersepakat mendesak Pemkab setempat agar segera menutup tempat hiburan karaoke.

Lantaran dinilai meresahkan, dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Demikian salah satu simpulan diskusi pada ajang Silaturahmi Ormas Islam bertemakan, “Garut yang Religius, Bebas Dari Penyakit Masyarakat, dan Ideologi Terlarang” digelar Pengurus Daerah “Persaudaraan Muslimin Indonesia” (Parmusi) Kabupaten Garut di Gedung Islamic Center, Jum’at (13/10-2017).

Kesepakatan tersebut, juga bisa menjadi landasan pemerintah menutup tempat hiburan acap meresahkan penduduk, sebagaimana diungkapkan Ketua Parmusi kabupaten itu, Dedi Kurniawan.

Sedangkan desakan segera melakukan penutupan tempat hiburan karaoke ini, menyusul terdapatnya insiden tembakan senjata oknum anggota Polres mabuk kemudian pelurunya menyasar ke seorang pemandu lagu.

Insiden tersebut, juga mendasari supaya tempat hiburan karaoke ditutup sebab menimbulkan kegaduhan, dan gangguan keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Sehingga agar Garut terhindar dari Kota maksiat, maka kami pun berkumpul merumuskan ukhuwah islamiyah bidang dakwah, ungkap Dedi Kurniawan pula.

Dikatakan, umat Islam di Garut harus bersatu memerangi ragam bentuk kemaksiatan, dan gangguan keamanan masyarakat.

Kasus penembakan di tempat hiburan, mencoreng nama baik Garut, pemerintah daerah, bahkan terutama umat Islam.

Ketua FPI Kabupaten Garut, Sulaiman pun menambahkan, insiden ini menjadikan malu masyarakat, malahan melanggar peraturan daerah.

“Tempat karaoke di Garut melanggar Perda tentang jam operasi hingga pukul 23.00 WIB, dan tak boleh jual miras. Sangat keterlaluan polisi bawa-bawa senjata ke tempat hiburan, petani saja tak bawa cangkul ke bioskop,” ungkap dia.

*********

Pelbagai Sumber Resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here