Onggokan Besi Tua Kaum Penjajah Masih Melegenda

0
93 views
Onggokan Besi Tua Masih Melegenda.

Magetan, Garut News ( Sabtu, 10/11 – 2018 ).

Onggokan Besi Tua Masih Melegenda.

Foto berita Garut News pada edisi akhir pekan ini, Sabtu ( 10/11 – 2018 ), bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan, memotret onggokan besi tua peninggalan kaum penjajah yang masih melegenda, di antaranya berupa lokomotif uap pada kawasan Pabrik di Perkebunan Gula Magetan, Jawa Timur.

Lokomotif bermesin penggerak bersumber uap panas dari pembakaran ketel uap tersebut, diwujudkan antara lain untuk menarik rangkaian gerbong maupun lori pengangkut tumpukan tebu dari kebun ke pabrik pengolahan gula pasir.

Selinder Uap Penggerak Roda Lokomotif.

Dengan lintasan rel mencapai sepanjang belasan kilometer, yang kini bentangan dua besi sejajar yang tak pernah menyatu itu, nyaris tak lagi menampakan sisanya.

Meki masih  ditemukan, hanya menyisakan bentangan besi tua sepanjang puluhan meter.

Sedangkan bekas lokomotifnya, umumnya dijajakan bertengger menjadi monumen hampir pada setiap pelataran depan pintu gerbang pabrik gula.

Rumah Dinas Penguasa Kebun, Hingga Kini Masih Menyisakan Kesan Suasana Feodalisme.

Sepintas mengesankan ada kebanggaan memiliki monumen besi tua yang berkarat, mungkin bisa dijadikan pengingat masa keemasan kejayaan produktivitas pabrik gula.

Namun pada sisi lain, juga bisa mengingatkan motorik isi kepala kita terhadap kondisi penduduk sekitarnya yang menjadi kuli di jaman feodal, ketika Negeri ini belum Merdeka.

Pengganti Fungsi Lokomotif Kereta Api Uap/Lori.

Dipastikan Peluh bahkan derasnya cucuran keringat tumpah ruah bekerja keras, di bawah sengatan terik matahari. Termasuk para kuli yang bekerja di dalam pabrik pun.

Mereka bekerja keras dengan upah yang masih menyengsarakan, sehingga pengabdiannya kepada kaum penjajah tak berbanding lurus dengan nilai daya beli dari penghasilan yang diperolehnya dari Tuan Belanda, sang Penguasa Pabrik.

Cukup Banyak Ditemukan Monumen Onggokan Besi Tua Ini.

Ragam derita Rakyat Indonesia hidup di dalam cengkeraman kelicikan kaum penjajah, tak menjadikan tanah subur di negeri makmur bisa dinikmati. “Lantaran tak bisa menjadi tuan di negeri sendiri”.

Berikut Pidato Boeng Tomo ;

Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!

Kondisi Petani di Magetan, Jawa Timur pada Era Kemerdekaan RI Ini.

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.

Kering Kerontang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan, mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya,  pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Ibu Penjual Tali Tempe.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara, dengan mendatangkan Presiden dan Pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pentempuran, tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya kita Bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara inggris itu dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban Rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh Pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara inggris.

Petani Magetan.

Ini jawaban kita, ini jawaban Rakyat Surabaya, ini jawaban Pemuda Indonesia kepada kau sekalian, hai tentara Inggris, kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu, kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu, kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu.

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara Rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting! tetapi saya peringatkan sekali lagi jangan mulai menembak baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara-saudara lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdekasemboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kitasebab Allah selalu berada di pihak yang benar percayalah saudara-saudara Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Pelbagai Sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here