Omset Penjualan Hewan Kurban Terantung Dinamika Politik

0
15 views

Garut News ( Rabu, 08/10 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Transaksi jual beli hewan kurban pada Idul Adha tahun ini, ternyata melorot dibanding tahun sebelumnya. Diduga lantaran harganya naik hingga mencapai 30%.

Salah satu penjual hewan kurban di wilayah Kecamatan Garut Kota, Dayat Ruhiyat(46) katakan, kenaikan harga hewan kurban tahun ini memang cukup tajam.

“Harga seekor sapi berkisar Rp14-16 juta, itu pun sapi kurban paling kecil. Padahal tahun kemarin, harga segitu termasuk sapi berukuran sedang. Sapi ukuran sedang tahun ini mencapai Rp17,5–18,5 juta per ekor. Karena harga naik, maka omzet penjualan sapi menjadi turun,” katanya, Selasa (07/10-2014).

Keluhan senada juga dikemukakan pedagang sapi asal Desa Suci Karangpawitan, Iwan S. Kata dia, sebenarnya hal biasa jika hewan kurban mengalami kenaikan harga dari tahun ke tahun, berkisar 10-15 persen.

Kenaikan harga tersebut biasanya tak berdampak signifikan terhadap tingkat transaksi penjualan hewan kurban.

“Tetapi memang lantaran kenaikan harganya sampai 30 persen, bagi calon pembeli terasa berat. Apalagi ongkos angkutnya juga turut naik,” ungkap Iwan.

Sedangkan sejumlah pedagang hewan kurban lainnya menduga penurunan transaksi penjualan hewan kurban bukan mahalnya harga hewan, melainkan lantaran persoalan politik.

Seperti diutarakan pedagang domba, Amin Sulaeman(40).

“Tahun kemarin itu banyak caleg dan kepala daerah sengaja berkurban sekalian kampanye menarik simpati masyarakat. Nah, kalau tahun sekarang kan masa pencalonan lewat, jadi enggak berkurban lagi,” katanya pula.

Menurut dia, melaksanakan kurban merupakan persoalan ibadah. Kalau memang seseorang berniat melaksanakan kurban, berapapun mahalnya harga hewan kurban, pasti dibeli.

“Apalagi tak sedikit jauh hari sebelumnya berniat berkurban, sehingga menabung uang persiapan kurban,” ujarnya

Dikemukakan seperti dialami pedagang hewan kurban lainnya, omzet penjualan hewan kurban miliknya tahun ini menurun hingga sekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Biasa kita mangkal di Garut Kota jualan domba bisa laku sampai 30 ekor selama tiga hari. Tetapi sekarang sepuluh ekor pun tak sampai. Yang lain juga sama,” ungkapnya.

Pedagang sapi asal Caringin Leles, Ipin(60) menyebutkan, pada Idul Adha tahun lalu, tak sedikitnya caleg menitip beli hewan kurban sampai sebelas ekor.

Hewan ternak tersebut akan dibagikan pada masyarakat dijadikan sembelihan hewan kurban sebagai titipan dari partai.

“Tetapi tahun sekarang enggak ada satu pun nitip seperti itu lagi. Ditawari juga, malahan menyebutkan ada dari kantor,” kata Ipin.

*******

Noel, Jdh