ODHA Menyebar Pada 41 Kecamatan di Garut

0
35 views
"Agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya secara layak, dan bisa melakukan fungsi sosialnya dengan baik," imbuh Denden Supresiana.
“Agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya secara layak, dan bisa melakukan fungsi sosialnya dengan baik,” imbuh Denden Supresiana.

“Apresiasi ‘Kahuripan’ Sukabumi”

Garutnews ( Selasa, 24/08 – 2021 ).

Peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Garut dinilai signifikan bahkan pada perkembangannya hingga menjelang 2021, “Orang Dengan HIV/AIDS” (ODHA) menyebar pada 41 dari seluruh 42 kecamatan di kabupaten setempat.

ODHA, orang dengan (Human Immunodeficiency Virus) atau virus menyerang sistem imunitas tubuh sehingga menyebabkan kondisi disebut dengan AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), yaitu sindrom (kumpulan gejala penyakit) akibat menurunnya sistem imunitas tubuh.

Dengan jumlah kumulatif sejak pertama dilaporkan hingga Juli 2021 mencapai 481 kasus HIV, dan 384 kasus AIDS, suatu jumlah yang besar jika dibandingkan dengan kemampuan pemerintah memberikan pelayanan kepada mereka.

Terselenggara atas kerjasama LRS ODH Kahuripan Kemensos RI dengan LKS PKBI Garut Tahun Anggaran 2021.

Demikian Kepala Dinsos Kebupaten Garut, Drs Ade Hendarsyah, MM mewakili Bupati membuka Pendampingan, Pelatihan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Bagi PPKS ODHIV Melalui Program Atensi Berbasis Komunitas (Daycare) di Aula Dinsos, Selasa (24/08-2021).

“Secara mendasar permasalahan HIV/AIDS memiliki empat cakupan saling terkait, terdiri aspek kesehatan, pendukung, karakteristik, dan aspek sosial,” tandasnya.

Aspek kesehatan ungkapnya, sangat bermasalah lantaran penyebaran virus ini sangat cepat, infeksinya berlangsung seumur hidup, belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan juga vaksin pencegahannya.

Kepala Dinsos, Drs Ade Hendarsyah, MM mewakili Bupati membuka Pendampingan, Pelatihan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Bagi PPKS ODHIV Melalui Program Atensi Berbasis Komunitas (Daycare) di Aula Dinsos, Selasa (24/08-2021).

Pendukung, yang memungkinkan virus itu berkembang antara lain letak geografis, globalisasi komunikasi, transisi ekonomi, serta jumlah penduduk yang besar berpotensi menyebarnya endemik HIV.

Kemudian karakteristiknya, pengidap terbesar HIV/AIDS pada usia 20-49 tahun. Mengindikasikan yang terinsfeksi paling banyak ternyata pada kelompok usia produktif.

Sedangkan aspek sosial, cara pandang masyarakat terhadap HIV/AIDS, tingkat pemahaman, serta kesadaran masyarakat yang variatif sangat berpengaruh pada penanganan juga penerimaan penderita dalam lingkungan keluarga, kelompok, dan masyarakat luas.

H. Ahmad Sartono, M.Si.

Padahal, pemahaman dan kesadaran selain bermanfaat bagi upaya penanganan juga bisa dijadikan upaya pencegahan meluasnya insfeksi tersebut dalam kehidupan masyarakat.

“Namun sangat disayangkan, cara pandang masyarakat terhadap permasalahan HIV/AIDS masih banyak yang keliru,” antara lain beber Ade Hendarsyah.

Atas nama Pemkab Garut menyampaikan terimakasih kepada Kemensos RI melalui Loka Rehabilitasi Sosial “Kahuripan” Sukabumi atas alokasi kegiatan Pendampingan, Pelatihan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Bagi PPKS ODHIV Melalui Program Atensi Berbasis Komunitas (Daycare).

Kepada 20 peserta diharapkan mengikuti seluruh kegiatan selama dua hari dengan penuh perhatian, dan kesungguhan. Sehingga secara bertahap dapat mencapai kesejahteraan sosial secara mandiri, imbuhnya.

Sebagaimana antara lain dikemukakan Dudi Herjana dari “Kahuripan”, penyelenggaraan kegiatan ini salahsatu program Kemensos yang selama ini pula digelar pada tujuh provinsi.

Wakil Ketua ‘Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia’ (PKBI) kabupaten setempat, H. Ahmad Sartono, M.Si menyatakan selama ini beberapa kali terjalin kerjasama dengan “Kahuripan” Sukabumi.

Sehingga diharapkan membangkitkan kewirausahaan khususnya bagi generasi muda pada musim pandemi Corona.

Namun diharapkan pula Dinsos Kabupaten Garut bisa memfasilitasi pemenuhan kebutuhan mendesak PKBI, di antaranya berupa dukungan sarana kantor yang memadai serta mobil unit ambulance.

Program Manager PKBI Garut/Direktur Eksekutif PKBI Garut selaku Ketua Pelaksana, Ir Denden Supresiana melaporkan, seluruh rangkaian helatan itu terselenggara atas kerjasama LRS ODH Kahuripan Kemensos RI.

Dengan LKS PKBI Garut Tahun Anggaran 2021, merupakan bentuk perlindungan sosial guna memberikan pelayanan/bantuan sosial kepada orang dengan masalah kesejahteraan sosial.

“Agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya secara layak, dan bisa melakukan fungsi sosialnya dengan baik,” imbuh Denden Supresiana.

Hingga Juni 2021 angka kasus meningkat menjadi 860 (kasus HIV 379 dan AIDS 482), angka kematian yang tercatat mencapai 181 orang, yang terafi ARV (584 orang), LFU (95 orang).

Masing-masing penerima manfaat program Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) Berbasis Komunitas (Daycare) 2021 Rp2,4 juta per orang PPKS dengan peruntukan alokasi guna meningkatkan kapital usaha ODHIV yang dijalankan dan menjadi salahsatu mata pencaharian Rp1 juta,-

Peningkatan Kapasitas, Bimbingan Teknis Kewirausahaan Rp1 juta, serta pemberian Nutrisi Rp400 ribu.

*****

John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here