Observatorium Bosscha Juga Miliki Radio

0
177 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 12/03 – 2016 ).

Berarsitektur Unik.
Berarsitektur Unik.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (13/03-2016), memotret Observatorium Bosscha Lembang Bandung, salah satu tempat melihat dan meneliti Bintang-bintang di luar angkasa yang paling tua di Indonesia.

Terbaring bisu pada areal seluas enam hektare, berketinggian lokasinya 1.300 mdpl, atawa 630 meter dari dataran tinggi pegunungan Bandung. Ternyata juga antara lain dilengkapi “radio” yang dikemas dengan arsitektur unik, efisien juga efektif.

Lantaran wahana radio tersebut, menempati celah bawah antenenya.

Sehingga selain sebagai arena wisata pendidikan dan sejarah, juga sangat baik sebagai lokasi liburan keluarga sebab berhawa sejuk dan memiliki keindahan alam di sekitarnya.

Peninggalan yang Monumenal.
Peninggalan yang Monumenal.

Observatorium itu, dahulunya bernama Bosscha Sterrenwacht, digagas maupun dicanangkan pertama kali sebagai proyek mega penting pada masanya, dibangun Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda, dengan peletakan batu pertama pada 1923 kemudian tuntas 1928.

Karel Albert Rudolf Bosscha, pengusaha kaya penyandang dana utama proyek pembangunan ini, di bantu Rudolf Albert Kerkhoven serta astronom ternama Belanda kelahiran Madiun Jawa timur Joan George Erardus Gijsbertus Vote.

Menelan dana hingga mencapai satu juta Gulden atawa 1/6 dari dana anggaran pembangunan gedung besejarah di Bandung lainnya Gedung Sate, Observatorium Bosscha tepat pada 17 oktober 1951 diserahterimakan kepemilikannya, semula dikelola Perhimpunan Bintang Hindia Belanda ( NISV ) kepada pemerintah RI.

Kemudian selang delapan tahun berikutnya diserahkan pengelolaanya kepada ITB.

Sebagai pusat observasi pernah terbesar di masanya, observatorium tersebut memiliki fasilitas peralatan penelitian berupa teleskop lima jenis. Masing-masing memiliki kemampuan atau spesifikasi tertentu untuk menerawang benda-benda angkasa luar.

  1. TELESKOP REFRAKTOR GANDA ZEISS
Bernilai Sejarah Tinggi.
Bernilai Sejarah Tinggi.

Fasilitas itu digunakan penelitian astronomi seperti pengamatan astrometri seperti mendapatkan koordinat orbit bintang ganda visual, pergerakan bintang, mengukur jarak bintang, pengamatan terhadap komet dan planet mars, jupiter dan saturnus hingga spektrum bintang Be. Dilengkapi dua teleskop utama berdiameter 60 cm sepanjaang hampir 11 meter, serta satu teleskop pencari bergaris tengah 40 cm.

2. TELESKOP SCHMIDT BIMA SAKTI

Digunakan memelajari struktur galaksi bima sakti, spektrum bintang, pengamatan asteroid, supernova hingga kemampuan mem-foto objek atau benda di langit. Karena dilengkapi dengan optik Schmidt, maka teropong lensanya berdiamter 51 cm, memiliki cermin berdiameter 71 cm sepanjang fokus hingga 127 meter ini, disebut teleskop schmidt.

3. TELESKOP REFRAKTOR BAMBERG

Berdiameter lensa 37 cm sepanjang fokus tujuh meter, digunakan mengukur terang bintang, menentukan skala jarak bintang, mengukur fotometri gerhana bintang, pengamatan kawah di bulan, pengamatan matahari dan benda-benda luar angkasa lainnya. Lokasinya menempati gedung beratap model silinder bersistem atap bisa bergerak, dan buka tutup sendiri.

4. TELESKOP CASSEGRAIN GOTO

Berjenis reflektor Cassegrain berdiameter cermin utama 45 cm dengan panjang fokus 1,8 meter, merupakan bantuan negara Jepang. Fungsinya untuk mengukur kuat cahaya bintang serta pengamatan spektrum bintang.

5. TELESKOP REFRAKTOR UNITRON

Kerap Dikunjungi Kalangan Wisatawan Beserta Ilmuwan dari Mancanegara.
Kerap Dikunjungi Kalangan Wisatawan Beserta Ilmuwan dari Mancanegara.

Sering digunakan pengamatan matahari dan bulan, serta sering digunakan praktikum mahasiswa ITB bidang astronomi. Dengan teropong refraktor berlensa obyektif berdiameter 102 mm sepanjang fokus 1500 mm, maka cukup tangguh dipakai melakukan pengamatan hilal, pengamatan gerhana bulan dan matahari, serta pemotretan bintik matahari juga pengamatan benda-benda angkasa luar lainnya.

6.TELESKOP SURYA

Merupakan teleskop pengamatan dan penelitian Matahari, terdiri tiga telekop jenis Coronado dengan tiga filter berbeda, serta sebuah teleskop proyeksi pencitraan Matahari, merupakan produk anak bangsa sendiri.

7. TELESKOP RADIO 2,3M

Digunakan mengamati obyek-obyek jauh seperti ekstra galaksi dan kuasar, Obyek eksotik, seperti pulsar. Bekerja pada panjang gelombang 21 cm dengan rentang 1400-1440 Mhz, menjadikan alat ini sangat cocok sebagai alat untuk penelitian matahari.

*******

Pelbagai sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here