Nyaris Seluruh Fraksi Telisik Penurunan Retribusi Daerah

by

Garut News, ( Senin, 30/09 ).

Inilah Petugas Parkir Perempuan Pertama di Kota Garut, Jabar. (Foto: John).
Inilah Petugas Parkir Perempuan Pertama di Kota Garut, Jabar. (Foto: John).

Ternyata nyaris seluruh fraksi DPRD Kabupaten Garut menelisik penurunan retribusi daerah, salah satu komponen PAD di kabupaten setempat pada APBD 2013.

PAD sektor penerimaan retribusi daerah diasumsikan mengalami penurunan sekitar 8,3%, atawa sekitar Rp1,450 miliar.

Demikian mengemuka pada Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Nota Pengantar RAPBD Perubahan 2013, Senin (30/09).

“Meski pendapatan daerah RAPBD Perubahan 2013 diasumsikan meningkat Rp258 miliar atawa 9,6%, ternyata penambahan paling besar terutama dari lain-lain pendapatan daerah sah. Sehingga perlu dilakukan kajian menyeluruh mengetahui potensi PAD sebenarnya. Terutama terdapatnya penurunan PAD pada pos retribusi daerah,” kata Jubir Fraksi-PKS, Bunyamin.

Fraksi tersebut, juga mengakui mestinya APBD Perubahan 2013 saat ini sudah ditetapkan.

Apalagi, waktu tersisa pelaksanaan hanya tersisa tiga bulan.

Karena itu, fraksi ini mengharapkan seluruh SKPD siap dengan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing.

Agar bisa dilakukan pembahasan optimal, kendati dengan waktu terbatas.

“Terutama proyek-proyek berkaitan pihak ketiga kudu mendapat perhatian, lantaran waktu pelaksanaan APBD Perubahan hanya tiga bulan lagi,” katanya.

Ungkapam senada mngemuka dari Fraksi PPP melalui pandangan umumnya disampaikan, Dedi Kurniawan.

Penurunan PAD sektor retribusi dinilai indikasi terdapat kemandegan akselerasi manajemen pengelolaan sumber-sumber pendapatan.

Sehingga tak bisa memberikan konstribusi bagi PAD.

Diingatkan pula, supaya asumsi perubahan APBD 2013 dilakukan berkaitan program-program mendesak bersentuhan langsung kebutuhan masyarakat.

“PAD mengalami penurunan sekitar 8,2% sektor retribusi daerah menunjukkan terjadinya kemandekan akselerasi manajemen sehingga tak berikan konstribusi,” katanya pula.

Selain penurunan retribusi daerah, diperparah masih belum terealisasinya program rehabilitasi bangunan sekolah dasar di lingkungan Disdik bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBN 2012, dan DAK APBN 2013, juga menjadi sorotan fraksi-fraksi.

Seperti ditanyakan Fraksi PKB-Gerindra melalui juru bicaranya, Alit Suherman.

“Terkait DAK 2012 masih belum juga teralisasi, belum lagi DAK 2013. Padahal waktu mendekati akhir tahun. Kita juga ingin mengetahui, apa kendalanya ?” tandas Alit.

Masih terdapatnya defisit anggaran RAPBD Perubahan 2013 senilai Rp11,924 miliar dipertanyakan pula Fraksi Partai Golkar.

Menyusul, penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2013 sebelumnya dibacakan Bupati Garut Agus Hamdani dalam nota pengantarnya belum lama ini, diasumsikan Pendapatan Daerah mengalami peningkatan sebesar 9,6% dibandingkan sebelum perubahan dianggarkan.

Semula Pendapatan Daerah Rp2,438 triliun dan setelah perubahan, nilainya meningkat menjadi Rp2,696 triliun atawa bertambah Rp258,004 miliar.

Penambahan terjadi lantaran terdapatnya penerimaan pendapatan dari PAD sebesar Rp217,069 miliar, dana perimbangan Rp1,897 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah sah Rp581,365 miliar.

Zainul, John.