Nobel Kedokteran 2013 untuk Tiga Peneliti Transportasi Sel

New York, Garut News ( Selasa, 08/10 ).

Penerima Nobel Kedokteran 2013 (JONATHAN NACKSTRAND / AFP).
Penerima Nobel Kedokteran 2013 (JONATHAN NACKSTRAND / AFP).

Dua orang Amerika dan satu Jerman-Amerika berbagi penghargaan Nobel bidang kedokteran, Senin (7/10/2013).

Mereka dinilai berhasil memecahkan misteri sistem tranportasi di dalam sel.

Dua warga Amerika itu, James E Rothman(62), dan Randy W Schekman(64).

Sedangkan, satu warga Jerman-Amerika, Thomas C Sudhof(57).

Ketiganya mendapat penghargaan Nobel Kedokteran, Senin, untuk penemuan tentang bagaimana sel tubuh memutuskan kapan, dan di mana membagikan molekul dihasilkan.

Pekerjaan mereka berfokus pada gelembung kecil di dalam sel disebut vesikel, menggerakkan hormon, dan molekul di dalam sel dan kadang keluar sel, seperti ketika insulin dilepaskan ke aliran darah.

Armada vesikel, ibarat layanan FedEx di era dunia seluler hari ini.

Gangguan pada sistem ini berkontribusi pada terpicunya penyakit diabetes, saraf, dan kekebalan tubuh.

Penelitian ini diyakini sangat membantu para dokter mendiagnosis keparahan epilepsi, dan penurunan kekebalan pada anak.

Penelitian tentang otak, dan pelbagai penyakit saraf juga terbantu hasil penelitian tiga orang ini.

Bagi produsen biotek, penelitian mereka bertiga membantu lahirnya pompa ragi mendorong keluar sejumlah besar protein bermanfaat seperti insulin.

Rothman, profesor di Yale University, merinci bagaimana mesin protein memungkinkan vesikel dalam sel bergabung dengan targetnya mengizinkan “perpindahan muatan” molekul.

Adapun Schekman, profesor di University of California, Berkeley, memeroleh penghormatan temuan satu set gen diperlukan bagi berlangsungnya lalu lintas vesikel.

Sedangkan, Sudhof, profesor di Stanford University, memerlihatkan vesikel mendapat perintah kapan tepatnya kudu melepaskan molekul.

Schekman dan Sudhof juga peneliti di Howard Huges Medical Institute.

Schekman menemukan satu set gen memengaruhi transportasi vesikel tersebut pada 1970-an.

Sementara itu, Rothman pada 1980, dan 1990-an mendapatkan bagaimana vesikel mengantarkan “kargo” ke tempat tepat.

Adapun Sudhof, pada 1990-an, mengidentifikasi mesin pengontrol vesikel, memutuskan kapan “utusan” kimia dari satu sel otak bisa berkomunikasi dengan sel lain.

Ketika sel pankreas melepaskan insulin atawa satu sel otak mengirimkan “seorang utusan” kimia untuk “berbicara dengan tetangganya”, vesikel memutuskan kapan zat tersebut dikeluarkan ke tempat, dan waktu tepat.

Mereka juga ibarat kapal kargo mengirimkan pesanan antar-sel.

“Bayangkan ratusan ribu orang bepergian ratusan kilometer di jalanan, bagaimana mereka kudu menemukan cara tepat untuk sampai, di mana akan menghentikan bus, atawa membuka pintu agar orang bisa lewat,” ungkap Sekretaris Komite Nobel Goran Hansson, menganalogikan temuan ketiga orang itu.

“Ada persoalan sama di dalam sel,” kata dia.

Mantan Direktur Institut Nasional Ilmu Kedokteran Umum di Bethesda ini katakan, penghargaan tersebut datang jauh terlambat.

Pekerjaan ketiga pakar, katanya, punya pengaruh luas dan mendasar, sekaligus mendorong lahirnya penelitian-penelitian lanjutan.

Berg, kini memimpin Institut Kedokteran Personalized di University of Pittsburgh, katakan pekerjaan ketiga pakar menyediakan kerangka intelektual digunakan meneliti bagaimana sel-sel otak berkomunikasi, dan bagaimana sel melepaskan hormon antar-sel.

“Memengaruhi secara tak langsung hampir semua penelitian terkait penyakit saraf, dan penyakit lainnya,” kata dia.

Schekman menemukan satu set gen memengaruhi transportasi vesikel tersebut pada 1970-an.

Adapun Rothman pada 1980, dan 1990-an mendapatkan bagaimana vesikel mengantarkan “kargo” ke tempat tepat.

Adapun Sudhof, pada 1990-an, mengidentifikasi mesin pengontrol vesikel, memutuskan kapan “utusan” kimia dari satu sel otak bisa berkomunikasi dengan sel lain.

“(Temuan) ini bukan persoalan semalam. Sebagian besar dicapai dan dikembangkan selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun,” ungkap Rothman.

Dia mengaku kehilangan dana hibah untuk pekerjaan sekarang diakui Komite Nobel, dan berencana mengajukan kembali permohonan, sembari berharap terdapat perbedaan dalam keputusan pemberian hibah penelitian.

Schekman mengemukakan ia terbangun pada pukul 01.00 di rumahnya di California, ketika dihubungi Ketua Komite Penghargaan, saat dia masih mengalami jetlag setelah perjalanan ke Jerman sehari sebelumnya.

“Yang saya bisa katakan, ‘Oh, Tuhan,’ dan hanya itu.”

Sudhof, pria kelahiran Jerman bermigrasi ke Amerika pada 1983 hingga memiliki kewarganegaraan Amerika, mengaku dihubungi Komite Nobel saat mengemudi di Spanyol, dalam perjalanan memberi ceramah.

“Setelah menepi, saya pikir pada awalnya (telepon) itu lelucon. Aku punya banyak teman mungkin memainkan beragam trik,” katanya.

Sebelumnya, Rothman dan Schekman memenangkan Albert Lasker Basic Medical Research Award untuk penelitian mereka pada 2002.

Penghargaan ini kerap menjadi sinyal awal bakal penerima Hadiah Nobel.

Sementara itu, Sudhof penerima penghargaan Lasker bulan lalu.

Penghargaan Nobel diinisiasi pengusaha Swedia, Alfred Nobel, pada 1895, menghormati karya-karya di bidang fisika, kimia, sastra, dan perdamaian.

Nobel Ekonomi kali pertama diberikan 1969.

Pada 2012, Nobel Kedokteran diberikan pada Sir John B Gurdon dari Inggris, dan Shinya Yamanaka dari Jepang untuk pekerjaan pemrograman ulang sel.

Hasil penelitian mereka dinilai membuka terobosan metode pengobatan lebih efektif.

Setelah pengumuman penerima Nobel Kedokteran di Institut Karolinska di Stockholm, Swedia, Senin; menyusul pengumuman pemenang Nobel Fisika, Selasa (8/10/2013), Nobel Kimia, Rabu (9/10/2013), dan Nobel Ekonomi, Senin (14/10/2013).

Nobel Perdamaian dijadwalkan diumumkan, Jumat (11/10/2013) di Oslo, Norwegia.

Adapun pengumuman Nobel Sastra belum dijadwalkan.

Setiap penghargaan Nobel menyertakan hadiah delspan juta krona Swedia atawa setara Rp12 miliar.
 

Sumber :

CNN.com, Associated Press/ Komps.com

Related posts