Nikmati Kesenyapan Abadi Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan

0
54 views
Esay/Foto :  John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 13/12 – 2014 ).

Kesenyapan Abadi Pada Setiap Pos Pengamatan Gunungapi Dimana pun.
Kesenyapan Abadi Pada Setiap Pos Pengamatan Gunungapi Dimana pun.

Foto berita akhir pekan ini, Sabtu (13/12-2014), garutnews.com menampilkan sisi menarik kesenyapan abadi kerap dialami kalangan pengamat, di Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan pada “Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi” (PVMBG).

Namun kesunyian seputar Pos Pengamatan pada perbukitan berelevasi 1.156 mdpl di wilayah Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat tersebut, senantiasa bisa mereka nikmati.

Momon Bersama Kesenyapan Abadi.
Momon Bersama Kesenyapan Abadi.

Meski lebih banyak bertemankan tak hentinya derit ketukan jarum seismograf analog.

Serta tampilan digital beragam piranti penunjang lain, termasuk visual seputar Kawah Emas, Kawah Baru, dan Kawah Nangklak Gunungapi Papandayan acap terselimuti kabut tebal terekam CCTV.

Momon bersama rekannya, Krisno dan Johan, selama ini pula “concern” dengan komitmennya masing-masing, menelisik serta melaporkan setiap dinamika denyut nadi gunungapi itu.

Seismograf Analog Kini Kesulitan Suku Cadang Lantaran Tak Diproduksi Lagi.
Seismograf Analog Kini Kesulitan Suku Cadang Lantaran Tak Diproduksi Lagi.

Lantaran kegempaan vulkanik dan tektoniknya, yang sejak 2011 hingga kini masih berstatus “waspada”, kerap pula berlangsung fluktuatif.

Momon beserta dua rekannya, mengamati pula perkembangan seputar Kawah Walirang (2.193 mdpl), Kawah Maung (1.864 mdpl), Kawang Nangklak (2.

Sehingga sejak pertengahan Nopember 2014 Tim dari PVMBG memproses pemasangan tiga jenis perangkat pemantau baru.

Produk Visual CCTV Direkam Setiap Satu Menit Kemudian Didokumentasikan.
Produk Visual CCTV Direkam Setiap Satu Menit Kemudian Didokumentasikan.

Penanggungjawab Pos Pengamatan Gunungapi Wilayah Barat, Dr Heti Triastuti kepada Garut News di Gunungapi Papandayan, Sabtu (22/11-2014),  katakan produk kerja ketiga jenis piranti ini, dapat langsung dipantau pada Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan.

Memonitor Produk CCTV.
Memonitor Produk CCTV.

Pemasangan dilakukan pada hamparan Gunung Walirang berupa CCTV, kemudian pada lokasi beda berlangsung pemasangan Depormasi atawa Tilt Meter, guna mengetahui besarnya pembengkakan badan gunung.

Serta pemasangan perangkat pengukur suhu tanah.

Gunungapi Papandayan berketinggian 2.665 mdpl atawa 1.950 meter di atas dataran kota Garut, bertipe Strato tipe A.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan, Momon Bersama Tim PVMBG Memasang Tiga Jenis Perangkat Baru di Gunungapi Papandayan.
Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan, Momon Bersama Tim PVMBG Memasang Tiga Jenis Perangkat Baru di Gunungapi Papandayan.

Pertama kali meletus pada sekitar 11-12 Agustus 1771, berkarakter letusan berupa erupsi eksplosif preatomagmatik berskala menengah (dimanifestasikan sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik).

Secara berangsur, kekuatan erupsi melemah dan cenderung menghasilkan erupsi epusif magmatik (dimanifestasikan sejumlah leleran lava berkomposisi andesit).
Dr Heti Triastuti.
Dr Heti Triastuti.

Heti Triastuti juga menyesalkan kian banyaknya pengunjung termasuk anak-anak, padahal gunungapi ini masih berstatus waspada.

Marak PVMBG sejak lama merekomendasikan agar pada radius seribu meter dari bbibir kawah, kudu bebas dari beragam aktivitas manusia.
Kenyataannya nyaris setiap seluruh pengunjung sering melintas dekat kubangan kawah.
Selain itu, kini kian merebak marak berdiri kios pedagang kaki lima, bisa membahayakan lantaran juga kerap terdapat guguran tebingnya.
Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan, Garut, Jawa Barat.
Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan, Garut, Jawa Barat.
Piranti IT Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan.
Piranti IT Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan.

Didesak pertanyaan Garut News mengenai upaya mencegah bahaya bagi pengunjung dan masyarakat, Heti Triastuti katakan tergantung kebijakan Pemkab setempat.

Lantaran pihak PVMBG juga telah
merekomendasikannya, tandas dia pula, singkat.
*******