Ngamumule Keberkahan Sungai Bersama River Boarding “Cimanuk Luhur”

0
160 views
Angga Tirta (depan).

“Bersama Wujudkan Sungai Menjadi Berkah”

Garut News ( Senin, 25/06 – 2018 ).

Angga Tirta (depan).

Foto berita pada akhir pekan ini, Ahad (24/06 – 2018), memotret kolaborasi Chief Executive Officer www.garutnews.com, Angga Tirta yang juga Ketua “Tangan Di Atas” (TDA) Kabupaten Garut, dengan River Boarding “Cimanuk Luhur” mewujudkan upaya ‘Ngamumule’ keberkahan sungai.

Ngamumule maupun memelihara sepanjang “Daerah Aliran Sungai” (DAS) di kabupaten setempat dinilai penting, bahkan sangat mendesak.

Sarat Tantangan Ekstrem.

Lantaran sumber permasalahan banjir itu, selain dari dampak masifnya alih fungsi lahan juga berasal dari pembuangan ragam jenis sampah yang sembarangan.

Padahal gravitasi menjadikan aliran air besar, dan memanjang senantiasa terus – menerus mengalir melalui sungai dari sumbernya menuju muara dengan membawa ragam keberkahannya.

Bersahabat Dengan Alam.

Sehingga merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Menyusul air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.

Maka sungai antara lain bermanfaat untuk irigasi pertanian, sumber energi listrik, bahan baku air minum, dan sebagai saluran pembuangan air hujan juga air limbah, malahan sebenarnya berpotensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Di Indonesia kini terdapat sekitar 5.950 DAS.

Ngamumule Sungai.

Karena itu, guna semakin memahami ragam karakter sungai tersebut. Garut News bersama Tim Arung Jeram River Boarding “Cimanuk Luhur” menyusuri lintasan DAS Cikandang – Bokor Cijayana sepanjang Ahad (24/06 – 2018 ).

Ternyata sungai ini, berkarakter medan dengan ragam vegetasi alam menarik bahkan sangatlah Unik.

Sedangkan pengarungan diawali pada titik lokasi Jembatan Gantung Leuwigede Cikandang, hingga berakhir di beberapa ratus meter menjelang muara Pantai Garut Selatan, yang berhadapan langsung dengan hamparan lintasan perairan internasional Samudera Hindia.

Menjelang Muara.

Sungai di Wilayah Pakenjeng tersebut, terbaring sepanjang 28 km lebih pada elevasi lebih 450 Mdpl, kemudian berakhir di di Cijayana / Muara Cikandang.

Sarat liukan menantang di sela ngarai dan tebing pegunungan berpanorama memesona, asri serta pula spektakuler.

Peroleh Sambutan Penduduk Selatan Garut.

Banyak memiliki jeram panjang dan simultan, airnya relatif bersih sebab ditunjang kelebatan vegetasi terjaga secara alamiah.

Sungai berarus deras ini pun, salah satu wahana latihan tetap Wanadri. Berarus semakin deras setiap kali diguyur hujan, sehingga resiko arung jeramnya tinggi.

Diawali Perencanaan Matang, dan Terukur.

Namun resiko tersebut, bisa diminimalisir oleh kreativitas keterampilan serta inovasi para kaula muda dan mereka berhati muda, yang tergabung dalam River Boarding “Cimanuk Luhur”.

Mereka selama ini, konsisten dan berkomitmen tinggi menyelenggarakan pemetaan,__ dan pelatihan pada sepanjang sungai itu.

Panorama Memesona Sepanjang Lintasan.

Malahan dengan sabar dan humanis acap memberikan arahan, serta bimbingan teknis kepada para pemula peminat arung jeram.

Seperti halnya saat berarung jeram dengan Garut News, River Boarding “Cimanuk Luhur” menerjunkan Tim dengan Skiper Acep Ramond dan Koordinator Lapangan, Herman.

Membangun Komunikasi Humanis Dengan Penduduk Pada Setiap Titik Lokasi yang Dilintasi.

Bersama River Boarding nya, antara lain terdiri Andre, Dede, Iki, Budi Ojo, serta Surya, seluruhnya memiliki soliditas tinggi merangkai kinerja dengan sarat kebersamaan.

“Bersama Wujudkan Sungai Menjadi Berkah”

Sebelumnya Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman katakan, korban jiwa beserta ragam hak milik penduduk, serta porak-porandanya asset milik pemerintah, akibat terdampak amuk Sungai Cimanuk yang puncak terjangannya berlangsung hingga menjelang tengah malam yang “simpe” pada, Selasa (20/09-2016) silam.

Hendaknya kita maknai bersama dengan “tawaqal”, juga dengan pola pikir yang jernih, bernas juga dengan pola pikir yang cerdas.

Ketika Menembus Nomor Satu.

Lantaran, Kata Steven Covey, ”Kalau kamu melihat semua masalah sumbernya ada di luar dirimu, maka kamu adalah orang yang paling bermasalah.”

Maka yang harus kita ubah adalah cara kita melihat sesuatu. Ketimbang menjadi reaktif, menganggap diri kita adalah produk dari pelbagai situasi di sekitar kita, Covey menyarankan sikap proaktif.

Melatih Penduduk.

Orang proaktif memilih sikap yang dia ambil sebagai respons terhadap situasi yang dia hadapi, berdasarkan nilai yang dia anut. Ia mengendalikan situasi, bukan dikendalikan situasi.

Karena itu, tak sepantasnya jika menyikapi sepanjang lintasan Sungai Cimanuk itu sebagai “monster” yang menakutkan.

Memadukan Keberanian dan Keterampilan Ditunjang Do’a yang Tulus..

Melainkan sebagai “amanah” yang bisa kita wujudkan bersama menjadi “berkah”, menjadi denyut nadi pemicu ragam aktivitas sosial perekonomian masyarakat pada sepanjang yang dilintasinya.

Pentingnya Dokumentasi.

Mewujudkan potensi bencana menjadi berkah, bisa direalisasikan dengan peran serta pelbagai elemen dan komponen masyarakat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Lintasi Pemancing.

Membangun komunikasi dengan alam sekaligus bersahabat dengannya, memerlakukannya dengan arif, memelihara dan menjaga, serta merawat lestari ragam vegetasi yang dilintasi sungai terpanjang di kabupaten ini.

Asyik Memancing.

Maka diterbitkannya produk reportase Garut News, tertumpu “asa” guna bercermin bersama (Amuk Cimanuk Bisa Tenggelamkan Garut).

Nikmati Rembulan Pesisir Bibir Pantai Manalusu Garut.

Kerap sumber prahara berawal dari produk perilaku kita sendiri.

Pantai Manalusu Garut.

Tim River Boarding “Cimanuk Luhur” juga sebelumnya sempat rehat nikmati Rembulan di Pesisir Bibir Pantai Manalusu Garut.

 

*******

John Doddy Hidayat. (Foto : de Fretes).

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat, Penulis Buku Amuk Cimanuk Bisa Tenggelamkan Garut, Mantan Ketua Pendaki Gunung dan Pelintas Sungai Mambramo, Sungai Digul, serta Sungai Arandai Papua (Repala Jayapura).