Ngabuburit Pada Lintasan Rel KA Tak Berpintu

0
25 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 24/06 – 2015 ).

Ngabuburit Pada Lintasan Rel KA Tak Berpintu.
Ngabuburit Pada Lintasan Rel KA Tak Berpintu.

Semangat serta kekhusuan melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan 1436 H/2015, masih berlangsung hingga memasuki hari ketujuh.

Termasuk dialami penduduk Perkampungan Pintu di wilayah Kecamatan Kadungora, Garut, Jawa Barat.

Masih banyak di antaranya menyelenggarakan “ngabuburit” atawa berjalan-jalan menjelang saatnya berbuka puasa.

bandung23Bahkan mereka ngabuburit sambil bersenda-gurau nyaris pada sepanjang lintasan “Kereta Api” (KA) yang tak berpintu di perkampungan tersebut, yang selama ini pula memotong jalur alternatif arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri melalui Kadungora – Cijapati.

Pada titik lokasi ngabuburit itu pun, hingga Rabu (24/06-2015).

Jalan-jalan Sore Sambil Menunggu Saatnya Berbuka Puasa.
Jalan-jalan Sore Sambil Menunggu Saatnya Berbuka Puasa.

Juga terdapat banyak para pedagang makanan dan minuman ringan berdatangan dari sekitar perkampungan penduduk, yang dipastikan bisa memenuhi kebutuhan untuk berbuka puasa.

Malahan banyak pula pedagang ragam mainan anak-anak, termasuk sedikitnya terdapat tiga pedagang ikan hias, dengan harga jual berkisar Rp2.000 hingga Rp7.000 per ekor.

Semarak dan Kekhusuan Ibadah Puasa.
Semarak dan Kekhusuan Ibadah Puasa.

Bisa langsung dibawa pulang dengan kemasan plastik sederhana yang terisi air tentunya.

Ada pula pedagang sendal jepit, serta pelbagai jenis aksesories untuk kalangan remaja, bahkan terdapat pula mata dagangan tasbih kayu yang dijual dengan harga Rp10.000 per tasbih.

Namun setiap kereta api melintas, mendadak sontak mereka yang semula duduk-duduk di atas rel menghindar mencari tempat aman.

Bersenda-gurau pada Lintasan Rel KA.
Bersenda-gurau pada Lintasan Rel KA.

Kemudian kembali menempati rel kereta api, jika moda angkutan penumpang itu telah melintasinya.

Titik lokasi ngabuburit ini, juga mendadak sontak ditinggalkan setiap seluruh pengunjung setiap harinya mencapai ratusan warga, jika azan maghrib berkumandang.

 

********