Nelayan Rancakukuk Dikepung Semak – Belukar Ilalang – Liar

0
356 views
Nelayan Berupaya Keras Melaju Dengan Rakitnya Di Tengah Kepungan Semak - Belukar, dan Ilalang - Liar.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 02/02 – 2019 ).

Nelayan Berupaya Keras Melaju Dengan Rakitnya Di Tengah Kepungan Semak – Belukar, dan Ilalang – Liar.

Dampak kemarau panjang beberapa bulan lalu, hingga kini masih menyisakan tumbuh suburnya semak – belukar, serta ilalang – liar juga diperparah  pola  pengelolaan Situ atau Danau Rancakukuk  oleh penduduk setempat secara tradisional secara turun – temurun yang kini terjepit belukar ilalang – liar.

Padahal potensi alami sumber daya air aset carik desa seluas sekitar 7,5 hektare, seluas 2,5 hektare di antaranya carik Desa Bagendit tersebut, terdapat di wilayah Kecamatan Banyuresmi Garut, Jawa Barat. Bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Menjangkau Basecamp Sederhana.

Lantaran lokasinya pun terbilang masih berdekatan dengan Situ Bagendit, sama-sama dilintasi bentangan ruas badan jalan, yang kerap dijadikan jalan alternatif pada musim arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri.

Namun, kendati dapat dijadikan wahana wisata sangat prosfektif. Tetapi potensi industri pariwisata itu, hingga kini masih merupakan “mosaik” yang “idle”, lantaran belum dikelola proporsional dan profesional.

Nyaris Tak Lagi Menyisakan Hamparan Perairan.

Meski berlokasi pada lintasan ruas badan jalan jalur alternatif mobilitas ragam moda transfortasi antara Jakarta – Surabaya, dan sebaliknya.

Sedangkan potensi ekonomi Danau Rancakukuk tersebut, selain menjadi wahana pembudidayaan ragam jenis ikan air tawar. Seperti antara lain jenis ikan mas, nila, deleg juga lele.

Perairan yang Berkondisi Kian Terdesak.

Juga hampir sepanjang lintasan bibir pantainya pun. Selama ini oleh penduduk setempat, dijadikan areal persawahan.

Berikut Ate, pria berusia 57 tahun selama ini pula memanfaatkan sumber daya ini, sebagai wahana mencari ikan dengan memasang beberapa jaring disangga beberapa batang bambu.

Ketika Berkondisi Normal.

Setiap hari jaring direndam di bawah permukaan air, sejak sekitar pukul 06.00 kemudian diangkat untuk diambil hasil tangkapan ikannya pada pukul 16.00.

Dari beberapa sarana penangkapan ikan tersebut. Rata-rata bisa diperoleh jenis ikan nila, maupun ikan emas sebanyak sepuluh kilogram.

Membawa Hasil Tangkapan Ikan.

Kemudian khusus jenis ikan nila dijual eceran maupun borongan, dengan harga ecerannya pada kisaran Rp25 ribu per kilogram.

Sedangkan pada tepian Situ Rancakukuk, maupun pinggiran lintasan jalan raya. Terdapat beberapa kios sederhana, para penjualnya menjajakan makanan dan minuman ringan.

Dijempui Istri di Bibir Pantai Situ.

Lokasi ini acap disinggahi para pelintas termasuk kalangan remaja, bahkan para pengguna jasa jalan yang sengaja rehat sejenak.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here