Nelayan Garut Terpaksa Menembus Pantai Selayan Yogyakarta

0
117 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Kamis, 22/10 – 2015 ).

aa28Lantaran semakin melorotnya produktivitas tangkapan ikan di perairan lepas pantai selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak beberapa tahun terakhir. Menjadikan para nelayan setempat terpaksa kian terbiasa menangkap ikan hingga mengembara ke luar daerah.

Sehingga selain menangkap ikan seputar perairan pantai wilayah kabupaten tetangga dan sekitarnya di antaranya lepas pantai selatan Cianjur, dan Sukabumi ke arah barat, juga pantai selatan Tasikmalaya, Pangandaran, dan Cilacap Jawa Tengah ke arah timur, bahkan menembus wilayah pantai selatan Yogyakarta.

Kerap Terpaksa Dikandaskan.
Kerap Terpaksa Dikandaskan.

“Nelayan berperahu 10 GT (Gross Tonnage/tonase kotor) tersebut, menembus daerah Jogyakarta. Sedangkan nelayan perahunya kecil-kecil atawa congkrang (kapasitas 2-3 orang) biasanya hanya sampai Pangandaran, dan Cilacap. Tak sedikit pula di antaranya berangkat melalui darat. Perahu congkrangnya diangkut dengan truk,” ungkap Kabid Kelautan pada Disnakkanla kabupaten setempat Khaidir Rahman Permana didampingi Kasi Sarana Prasarana Penangkapan Jejen Jaenudin, Kamis (22/10-2015).

Jejen katakan, para nelayan terpaksa kudu mencari ikan di luar Garut sebab di daerahnya ikan kian sulit diperoleh. Masa panen ikan pun makin tak jelas, hanya berlangsung sebentar secara sporadis pada sejumlah titik lokasi perairan pantai selatan Garut.

Meski terbilang ironis. lantaran, bentangan perairan pantai selatan Garut mencapai sekitar 81-82 kilometer. Mulai Kecamatan Cibalong berbatasan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya hingga Kecamatan Caringin berbatasan Cidaun Kabupaten Cianjur.

Terlantar.
Terlantar.

Ikan hasil tangkapan di perairan pantai selatan Garut juga terbilang berkualitas tinggi. Sehingga umumnya dipasarkan ke luar daerah, terutama ke kota-kota besar, juga diekspor ke luar negeri.

“Dulu, kita bisa menentukan musim ikan jenis tertentu pada bulan apa saja. Tetapi sekarang sulit. Seperti sekarang ini, mestinya musim ikan layur. Namun kenyataannya, hanya berlangsung dua hari, dan tempatnya berpindah-pindah,” kata Kepala Seksi Eksploitasi Sumber Daya Laut dan Pemberdayaan Masyarakat Irma Hermanawati, menambahkan.

Menurut dia, menurunnya produk tangkapan ikan ini selain kerap terkendala cuaca buruk, juga keberadaan ikan seakan mendadak berkurang, bahkan menghilang. Maka nelayan acappulang melaut bertangan hampa.

“Ini terutama terjadi sejak tsunami. Enggak tahu, apakah ada perubahan ekosistem, atawa bagaimana?,” beber Irma.

Dikemukakan, produk tangkapan ikan laut (by landing) sepanjang 2015 ini di wilayah perairan pantai laut selatan Garut sejak Januari hingga Agustus 2015 berkisar dua ton hingga 18 ton ikan per bulan, bersumber lima Pangkalan Pendaratan Ikan/Tempat Pelelangan Ikan (PPI/TPI) tersedia.

Kelimanya terdiri PPI/TPI Cilauteureun, Cijeruk, Cimarimuara, Rancabuaya, dan PPI/TPI Cicalobak.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here