Nashir Mengingatkan di Garut, Berpecah-belah Haram……..!

0
36 views
Bachtiar Nashir.

“Mewaspadai pelbagai upaya kaum komunis, dan antek-anteknya untuk memecah belah, dan mengadu domba umat Islam dengan beragam cara”

Garut News ( Ahad, 12/11 – 2017 ).

Bachtiar Nashir.

********** Meski sarat didera penentangan sekelompok orang, Namun Tabligh Akbar menghadirkan Ustaz Bahtiar Natsir, dan Ahmad Shabri Lubis di Garut pada Sabtu (11/11-2017) tersebut, bisa berjalan sukses, bahkan diwarnai sangat membludak berdatangannya para Jema’ah dari pelbagai daerah di Indonesia.

Sehingga Tabligh Akbar “Garut Bumi Islam” pun menghasilkan resolusi agar umat Islam jangan berpecah belah melainkan harus bersatu, dan tetap menjaga persaudaraan. Umat Islam juga siap mendukung dan memenangkan pemimpin yang mencintai Islam, serta Alqur’an.

Meski Diterjang Sengatan Terik Matahari, Namun Tetap Bertahan Hingga TuntasnyaTabligh Akbar..

********** Sebagaimana ditegaskan Ketua “Gerakan Nasional Pengawal Fatwa” (GNPF) Ulama, Ustaz Bahtiar Natsir dalam tausiyahnya di atas panggung utama Tabligh Akbar di Lapang SOR Kerkoff Tarogong Kidul Garut.

Diingatkan, adanya perbedaan dalam kehidupan terjadi di kalangan umat Islam merupakan keniscayaan.

Namun perbedaan tersebut justru akan tampak indah berwarna warni laiknya pelangi, jika didasari jiwa ukhuwah Islamiyah.

“Yang tidak boleh itu adalah berpecah belah. Beda boleh. Ikhtilaf boleh. Berpecah belah haram !” tandasnya berulang-ulang.

Para Santriwati Cipari Selenggarakan Aksi Kebersihan di Areal Tabligh Akbar.

********** Karena itu, ungkap Bahtiar, siapapun menganggap dirinya paling benar, dan tak mau bersaudara maka dia berdosa besar, dan tempatnya di neraka dengan wajah hitam muram. Di dunia pun tak memiliki banyak sahabat.

Bahtiar mengingatkan umat Islam agar selalu mewaspadai munculnya berhala politik berkaitan pemilihan pemimpin belakangan ini.

Yang dimaksudnya antara lain dikesankannya elektabilitas tinggi sebagai jaminan calon pemimpin yang baik.

Meski sebenarnya (jiwa dan perilakunya) batil.

Bersatu Dipastikan Kita Semakin Kuat.

********** Juga hak menentukan calon pemimpin yang hanya bisa dilakukan partai politik. Akibatnya, tokoh-tokoh ulama, dan masyarakat di daerah tak bisa menyodorkan calon pemimpinnya, melainkan ditentukan pengurus partai dari pusat. Padahal yang tahu tentang daerah dan calon pemimpinnya adalah tokoh-tokoh dari daerah itu sendiri.

Diperparah, kondisi Indonesia cenderung kian jauh dari nilai-nilai Pancasila khususnya mulai sila ke dua hingga sila ke lima, terjadi justeru akibat kendornya aktualisasi sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Padahal Indonesia negara kesepakatan bertauhid dan bersatu.

Juga Dihadiri Jawara Betawi.

********** Karenanya, Bahtiar menyerukan umat Islam agar siap bersatu mendukung, dan memenangkan pemimpin yang mencintai Islam guna menyelamatkan NKRI.

Pentingnya keteguhan dalam bertauhid, bersatu, dan bersaudara bagi umat Islam juga diserukan Ketua DPP Front Pembela Islam Ahmad Shabri Lubis.

Ditegaskan, kunci kemenangan umat Islam bukan pada banyaknya jumlah maupun kekuatan senjata.

Melainkan pada teguhnya tauhid/keimanan.

Pengawalan Intern Juga Super Ketat.

********* Hal itu dibuktikan seperti pada peristiwa perang Badar, perang Hunain, serta keruntuhan kekaisaran Persia, dan Romawi ketika menghadapi pasukan muslimin generasi sahabat Rasululloh SAW.

“Alloh sumber kemenangan orang beriman. Bukan banyaknya jumlah, dan kuatnya persenjataan !” tegasnya.

Ungkapan senada diingatkan Habib Rizieq Syihab melalui tausiyahnya disiarkan langsung dari Madinah Arab Saudi.

Diserukan agar umat Islam selalu bersatu, dan mewaspadai berbagai upaya kaum komunis, dan antek-anteknya untuk memecah belah, dan mengadu domba umat Islam dengan beragam cara. 

**********

(NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat).