Musim Penghujan Tumbangkan Banyak Ayam Pelung Garut

0
91 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 12/11 – 2015 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

– Kini banyak peternak ayam “bukan ras” (buras) atawa AK (ayam kampung) pada beberapa titik lokasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kebingungan lantaran banyak di antara ternak peliharaannya tersebut, mendadak-sontak mati.

Peristiwa mengenaskan itu, diduga kuat akibat serangan penyakit tetelo maupun “newcastle disease” (ND), seperti terjadi di Desa Cintarakyat Samarang, dan Ngamplang Cilawu.

Kebanyakan berjenis ayam pelung. Seluruhnya menunjukkan gejala sama, antara lain hidung dan mulut mengeluarkan cairan, serta pada bagian leher tampak kebiruan seperti bekas tercekik.

Justru terjadi bersamaan dengan hujan kian sering turun pada beberapa hari terakhir ini.

“Saya punya lima ayam pelung. Ketika pagi hendak diberi makan, tiga di antaranya ternyata mati. Sedangkan dua lagi masih hidup. Karena takut mati juga, ayam dua ekor ini saya sembelih saja untuk dimasak,” ungkap M Hasyim, peternak ayam di Kampung Tunggeureung Desa Cintarakyat Kecamatan Samarang, Kamis (12/11-2015).

Padahal, katanya, beberapa hari sebelumnya, dua ayam pelung itu sempat ada menawar untuk dibeli. Masing-masing seharga Rp2,5 juta, dan Rp1 juta. Namun dia tak memberikan sebab harga tersebut belum masuk hitungan.

Dia membantah kemungkinan ayam peliharaannya ada yang meracun. Apalagi kejadian serupa juga menimpa ayam peliharaan di daerah lain.

“Kakak saya di kampung sebelah punya enam ekor ayam pelung, semuanya mati mendadak. Itu kejadiannya beberapa hari sebelum ayam punya saya mati. Teman saya di Ngamplang juga memelihara puluhan ayam kampung, semuanya sama mati mendadak,” katanya pula.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Disnakkanla kabupaten setempat RM Iman Budiman katakan, pihaknya sejauh ini belum menerima laporan kejadian ayam mati mendadak.

Namun dia mengingatkan para peternak mewaspadai berjangkitnya penyakit membahayakan menyerang hewan ternak termasuk unggas pada musim pancaroba atau mulai musim hujan.

Seperti tetelo atau ND, dan flu burung mudah menyerang bagian saluran pernafasan, ditandai munculnya ngorok pada unggas bersangkutan.

“Pencegahannya, harus dilakukan vaknisasi secara teratur. Pengobatan tepat terutama kebersihan kandang. Higiene sanitasi,” imbuh dia disertai Kepala Seksi Kesehatan Hewan Elit Maryona.

*********

Noel, Jdh.