Musim Penghujan Meningkatkan Harga Empat Jenis Komoditi

0
71 views

Garut News ( Jum’at, 20/02 – 2015 ).

Abdurohman (Berkaus Merah) Bersama Rekannya, Dudu Menelisik Perkembangan Harga Sembako dan Barang Kebutuhan Penting Lainnya.
Abdurohman (Berkaus Merah) Bersama Rekannya, Dudu Menelisik Perkembangan Harga Sembako dan Barang Kebutuhan Penting Lainnya.

Musim penghujan selama ini, menjadi penyebab meningkatnya harga empat jenis komoditi di Garut, Jawa Barat.

Nyaris sejak sepekan terakhir, mata dagangan beras, telur ayam ras, daging ayam ras,  serta ikan mas, harganya merangkak naik.

Diprediksi bisa kembali normal pada Maret mendatang, ungkap Koordinator Pasar Ciawitali Guntur Abdurohman dan rekannya Dudu kepada Garut News di ruang kerjanya, Jum’at (20/02-2015) siang.

Mereka katakan, beras jenis IR-64 kualitas satu hingga kini masih bertengger pada harga Rp11 ribu per kilogram, padahal sebelumnya Rp9,5 ribu, katanya.

Dokumen Monitoring Harga Ketua DPD RI.
Dokumen Rombongan Ketua DPD RI Monitoring Harga.

Disusul IR-64 kualitas dua Rp10 ribu yang sebelumnya Rp9,2 ribu, sedangkan setra harganya dinilai masih stabil yakni Rp10 ribu, katanya pula.

Kemudian jembar Rp11,5 ribu sebelumnya Rp10 ribu, dan beras jenis pandan wangi semula Rp11 ribu menjadi Rp11,5 ribu per kilogram.

Mereka juga kemukakan, harga daging ayam ras Rp30 ribu per kilogram yang semula Rp28 ribu, atawa meningkat tajam dibandingkan pada harga normalnya Rp26 ribu per kilogram.

Dikatakan pula, harga telur ayam ras Rp18,5 ribu per kilogram semula sekitar Rp18 ribu, ungkap mereka.

Merangkak Naik.
Merangkak Naik.

Harga komoditi ikan mas pun latah merangkak naik, semula Rp27 ribu per kilogram menjadi Rp29 ribu.

Masih menurut mereka, naiknya harga beras lantaran berkurangnya pasokan beras lokal Garut, serta dari Jawa Tengah.

Akibat produktivitas panen berkurang juga mobilitas transfortasi terhambat curah hujan tinggi penyebab banjir.

Hambatan transfortasi menghambat pula pasokan telur, dan ayam ras dari Jawa Tengah.

Sedangkan kenaikan harga mata dagangan ikan mas, lantaran berkurangnya pasokan dari Cirata, sebab petani Cirata mengurangi produktivitasnya, khawatir luapan banjir bisa menyebabkan ikan mati terserang virus, kata mereka.

********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here