Murry Koes Plus Meninggal

Jakarta, Garut News ( Sabtu, 01/02 – 2014 ).

Penabuh drum grup band Koes Plus, Murry tampil pada Konser Reuni Koes Plus Live in Acoustic Exclusive Concert di Balai Kartini, Jakarta, (27/9). Koes Pulus membawakan lagu lagu hitsnya selama dua jam. TEMPO/Nurdiansah
Penabuh drum grup band Koes Plus, Murry tampil pada Konser Reuni Koes Plus Live in Acoustic Exclusive Concert di Balai Kartini, Jakarta, (27/9). Koes Pulus membawakan lagu lagu hitsnya selama dua jam. TEMPO/Nurdiansah
Kasmuri alias Murry, drummer grup band legendaris Koes Plus, tutup usia hari ini, Sabtu, 1 Februari 2014.

Kepergiannya, sekarang grup band ini tinggal menyisakan Yon Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus. Yon juga menjadi personel terakhir Koes Plus asli.

Sepanjang perjalanan musik selama 40 tahun lebih, beberapa kali kelompok ini berganti personel.

Bahkan ketika tampil lagi setelah 40 tahun, grup musik legendaris ini masih dibanjiri penonton, meski di sebuah kota kecil di Kalimantan Tengah.

Seperti ditulis majalah Tempo dalam rubrik Memoar, 14 Mei 2010, Yon Koeswoyo menuturkan bagaimana kisah terakhir mereka pentas di Sampit, 10 April 2010.

Saat manggung di Sampit, Yon disambut para penggemar terdiri atas ibu-ibu, dan penggemar setia Koes Plus.

Saat itu Yon ditemani Danang (gitar melodi dan keyboard), Soni (bas) dan Seno (drum).

Mereka unjuk gigi di panggung sederhana.

Selama dua jam menghibur menyajikan 25 lagu. Yon merasa tak patah semangat meski tampil dengan Koes Plus formasi baru.

“Seperti kata almarhum Mas Tonny selalu berujar, hidup dan matiku untuk musik,”
kata Yon.

Tekad itu memberikan roh bagi jiwa Koes Plus meski satu-persatu personel Koes Plus pergi setelah ditinggal Yok dan Murry.

Menurut Yon, saudaranya itu, Yok saat ini tinggal bersama para petani binaan di Saketi, Pandenglang, Banten. “Dia memang tak bisa jauh dari alam,” katanya.

Enam tahun Koes Plus tampil dengan formasi baru.

Anak-anak muda tampil itu bukan dari era emas Koes Plus.

Seperti Danang, personel paling muda, lahir pada 1980.

Meski tak merasakan masa jayanya Koes Plus, penampilan Danang tak kalah dibanding Tonny.

MEMOAR TEMPO | ALIA/ Tempo.co

Related posts