Murid

Garut News ( Ahad, 09/02 – 2014 ).

Mejeng di Pinggir Jalan.
Mejeng di Pinggir Jalan.
Murid di Kota Garut, Jabar, dan sekitarnya selama ini banyak memanfaatkan waktu belajar di sekolah, antara lain malahan mejeng di pusat pertokoan atawa perbelanjaan.

Bahkan, juga mejeng di pinggiran lintasan ruas badan jalan.

Sementara itu, banyak pula murid tekun belajar, tak pernah nyontek meski kerap murid jujur tersebut malahan nilainya lebih rendah daripada murid tukang nyontek.

Nongkrong pada jam sekolah di pertokoan.
Nongkrong pada jam sekolah di pertokoan.
Banyak pula murid rajin, tekun dan pintar, malahan tersisih di dalam kelas, lantaran dari kalangan masyarakat ekonomi lemah.

Murid anak orang kaya, apalagi anak pejabat tinggi, biasanya mendapat perhatian khusus dari kalangan pengelola sekolah.

Sehingga status sosial murid pun, kerap memerlancar atawa sebaliknya menghambat keikutsertaan mereka pada proses belajar-mengajar di sekolah.

jalan-jalan di pertokoan.
jalan-jalan di pertokoan.
Mulai tingkat Sekolah Dasar, hingga menjadi mahasiswa pasca sarjana, strata tiga atawa S3.

Murid dan orang tuanya, juga hingga kini masih dihadapkan banyaknya pungutan, atawa sumbangan di sekolah.

Meski SD dan SMP bebas SPP, banyak pula politisi kerap menjanjikan sekolah gratis, kenyataannya nyaris tak bisa direalisasikan.

Setelah misalnya terpilih kembali menjadi gubernur.

Murid Prihatin Menyusuri Lintasan Jalan dengan sengatan matahari.
Murid Prihatin Menyusuri Lintasan Jalan dengan sengatan matahari.
Dunia pendidikan, juga kerap dijadikan komoditi ajang kampanye, dengan beragam janji dan bujukan.

Pendidikan gratis, ternyata hanya modal kebohongan kerap dikumandangkan politisi di Negeri Bernama Indonesia.

******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment