Murid SMPN 1 Tarogong Kidul Desak Kepsek Mundur

0
153 views

Garut News ( Selasa, 04/11 – 2014 ).

Ilustrasi. (Ist).
Ilustrasi. (Ist).

Ratusan Murid SMPN 1 Tarogong Kidul berunjukrasa mendesak segera kepala sekolah mereka mundur dari jabatannya.

Lantaran diduga kuat, banyak melakukan pungutan terhadap siswa, tuntutan mundur tersebut berlangsung  Senin (03/11-2014).

Ratusan siswa itu, berkumpul di lapang upacara banyak membawa poster bertuliskan kecaman terhadap pihak sekolah.

Sebagian siswi sempat terlihat menangis sebab merasa terintimidasi guru mencoba membubarkan aksi ini.

Beberapa siswa katakan, pihak sekolah kerap melakukan pungutan berbagai dalih, mulai untuk pembangunan masjid, perbaikan sanitasi hingga mengecat ruang kelas.

Mereka juga diharuskan membeli buku Lembar “Kerja Sekolah” (LKS) masing-masing mata pelajaran.

“Tadinya kami mau baik-baik minta penjelasan pada kepala sekolah. Tetapi malahan kami diintimidasi dan disuruh bubar. Pembangunan masjid, dipungut Rp20 ribu per bulan. Tetapi sampai sekarang pembangunan enggak dikerjakan. Kami juga dipungut hal-hal lain,” keluh seorang siswa di tengah aksinya.

Sejumlah orang tua siswa juga menyatakan kecewa dan kesal banyaknya pungutan dilakukan pihak sekolah terhadap siswa.

“Hanya mengecat kelas kudu memungut dari anak-anak. Ke mana uang BOS (Bantuan Operasional Sekolah) itu? Apalagi ada pungutan lain berdalih memberikan sumbangan pada keluarganya meninggal atau sakit,” kata salah satu orang tua siswa yang minta identitasnya tak disebutkan.

Kepala SMPN 1 Tarogong Kidul, Mamin Sutarmin membenarkan adanya pungutan uang pembangunan masjid. Namun dia beralibi itu dilakukan komite sekolah.

“Pungutan itu bukan oleh kita, tetapi dilaksanakan antara orang tua dan komite. Memang pembangunan masjid sempat terhenti karena tak ada dana. Nah sekarang mau berjalan lagi dengan pungutan dilakukan komite,” kilahnya.

Dia pun membantah ada pungutan lainnya di luar itu, apalagi terkait jual beli LKS.
Disinggung pungutan untuk pengecatan ruang kelas, dia katakan merupakan ide masing-masing siswa dan wali kelasnya.

Dia juga menegaskan takkan memberikan sanksi terhadap siswa berunjuk rasa. Dia bahkan menyatakan bangga atas sikap kritis diperlihatkan anak-anak didiknya itu.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) pada Disdik kabupaten setempat, Mahdar Suhendar prihatin aksi tersebut.

Dia meminta pihak sekolah, orang tua dan komite mengadakan pertemuan menjelaskan duduk perkara hingga terjadi aksi tersebut.

“Ada komunikasi tak jalan di antara mereka. Maka mereka lebih baik mengadakan pertemuan meluruskan permasalahan ini. Aksi itu baik, tetapi tak pada tempatnya sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Bupati Rudy Gunawan pun berang. Dia mengancam menindak tegas kepala sekolah atau guru melakukan pungutan terhadap siswa.

Dia segera menginstruksikan inspektur mengecek kejadian tersebut.

“Pungutan itu boleh asal dilakukan komite. Itu pun kalau komite bermusyawarah dengan orang tua siswa,” katanya pula.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here