Mukhoyyam Yadul ‘Ulya Kian Jadikan Perekat Kebersamaan

0
36 views
Seorang Santri Kuttab Yadul 'Ulya Sempat Merenung di Tengah Hutan Pinus Danau Purba Cibeureum Bersamaan Berakhirnya penyelenggaraan ‘Mukhoyyam’, Ahad (09/11-2019).
Penutupan ‘Mukhoyyam’, Diingatkan Perang Paling Besar Yaitu Berjuang Melawan Hawa Nafsu.

“Membuahkan Kesan Positip Sangat Mendalam”

Garut News ( Ahad, 10/11 – 2019 ).

Ragam agenda kegiatan penyelenggaraan ‘Mukhoyyam’ para santri Ponpes Yadul ‘Ulya selama tiga hari di danau purba maupun Situ Cibeurem Samarang Garut, kian menjadikan perekat kebersamaan.

“Sehingga membuahkan kesan positip yang sangat mendalam,” ungkap Nita santri peserta yang berasal dari wilayah Kecamatan Pasirwangi.

Para Santri Peserta ‘Mukhoyyam’ Saling Maaf-Memaafkan.

Ungkapan senada juga dikemukakan santri lainnya, mereka antara lain katakan berlatih dan belajar di alam terbuka itu sangat luar biasa, lantaran dapat mendidik diri untuk bisa mandiri, sambil menekuni ilmu keagamaan.

Juga Saling Maaf-Memaafkan.

“Mereka dibina, dilatih, serta di didik pada kawasan alam terbuka guna menumbuhkan karakter ‘Qur’ani dan mandiri’ (Qurma),” imbuh Pimpinan Yayasan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta menambahkan.

Para Santri Bersilaturahmi Dengan Ustadz/Gurunya Masing-Masing.

Termasuk berlatih fisik dan mentalitas yang baik, serta terpuji. Diikuti 54 santri yang kini mendapatkan giliran dilatih dan dibimbing 23 ustadz sejak, Jum’at hingga Ahad (08-10/ 11-2019).

Santri Ponpes Yadul ‘Ulya.

Helatan ini merupakan giliran para santri Ponpes Yadul ‘Ulya diikutsertakan pada Diklat tersebut, setelah sebelumnya para ustadz maupun gurunya selama tiga hari pula, 18-20 Oktober 2019, mengikuti pendidikan dan latihan di alam terbuka itu dengan pelatih dari DT Peduli.

Berfoto Bareng.

Seluruh peserta juga diharapkan bisa senantiasa tumbuh dan berkembang menjadi santri berkarakter baik, kuat juga tangguh menghadapi ragam tantangan,  ungkap M. Angga Tirta pula.

Kembali Tiba di Ponpes Yadul ‘Ulya.

Selama kegiatan berlangsung, disajikan ragam materi serta praktek keagamaan, juga adab budi pekerti luhur sebagai insan yang bertakwa.

Formula penyajian beragam materi disampaikan secara persuasif – edukatif, termasuk kedisiplinan yang disesuaikan dengan kafasitas maupun kemampuan individu para santri.

Ponpes Yadul ‘Ulya.

“Kita bimbing, dan ayomi mereka dengan lemah lembut dan sarat kasih sayang. Sebagaimana kita menyayangi anak sendiri di rumah dalam kesehariannya,” ujar M. Angga Tirta antara lain pula.

Diikutsertakan juga para santri dari Kuttab Yadul ‘Ulya sebagai proses pengenalan ‘Mukhoyyam’ di alam terbuka.

“Mencerdaskan generasi bangsa berbasikan peningkatan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia itu, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi”

Tinggalkan Hutan Pinus Danau Purba Cibeureum.

*******

Esay/Fotografer : JDH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here