Mukhoyam Tarbawi Tingkatkan Kualitas Imunitas Santri Kuttab

0
60 views
Santri Kuttab Disambut Ortu, Rabu (25/11-2020), Seusai Mengikuti Helatan Dua Hari Berkemasan ‘Mukhoyam Tarbawi’.
Sejenak Merenungi Bumi Perkemahan yang Segera Ditinggalkan Pulang ke Rumah.

“Imunitas Cegah Wabah”

Garutnews ( Rabu, 25/11 – 2020 ).

Kegiatan ‘Mukhoyam Tarbawi’ selama dua hari pada hamparan sebaran hutan pinus perbukitan kaki Gunung Karacak di Kampung Pakuwon Sukanegla Garut, selain membentuk karakter muslim yang handal 19 santri Ikhwan dan Akhwat.

Juga sekaligus beragendakan upaya meningkatkan kualitas imunitas maupun daya tahan tubuh setiap seluruh Santri Kuttab Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut. Mereka berkemah dan beraktivitas ‘outdoor’ peningkatan stamina fisik prima.

Kembali Pulang ke Kuttab.

“Termasuk menumbuhkembangkan motivasi bela agama dan bangsa, yang juga sarat bernuansakan Islami, ‘bertasbih bersama’ di alam terbuka kepada nama-Nya dan tasbih kepada zat-Nya,” ungkap Guru Kuttab Yadul Ulya, Depi.

Agar mewujudkan karakter muslim yang tangkas, kuat, cekatan. Lantaran Allah SWT lebih mencintai hambanya yang kuat daripada seorang yang lemah. Sehingga antara lain diwarnai pula tilawah, shalat berjamaah dan dzikir.

Pulang ke Kuttab Membawa Tambahan Pengetahuan, dan Keterampilan.

Tasbih kepada nama dan zat-Nya sebab manusia mensyukuri kekuasaan, dan keadilan Allah menciptakan alam (tata surya) dan manusia begitu teratur dan sempurna.

Lantaran manusia yang selalu bertasbih kepada Allah SWT akan terlahir dalam dirinya sikap sadar diri akan kebesaran dan kesucian Allah. Dengan demikian, mendorong diri bersangkutan bersikap optimistis, bertanggung jawab, cerdas berpikir, dan bekerja keras berjuang dengan optimal membangun kehidupan di muka bumi.

“Imunitas Cegah Wabah”

Berbekal Kompor dan Gas Elfiji Agar Tidak Mengganggu Pemotongan Kayu di Hutan.

Penerapan protokol kesehatan juga upaya peningkatan kualitas imunitas yang prima, diharapkan ampuh bisa mencegah penularan beragam jenis wabah penyakit termasuk pandemi predator corona.

Kini keseluruhan kematian akibat penularannya di Kabupaten Garut meningkat menjadi 34 kasus, terdiri 15 perempuan dan 19 laki-laki. Mereka berasal dari 17 wilayah kecamatan.

Guru Turun Gunung Seusai Membimbing Langsung Para Santri Kuttab.

Terdiri Banyuresmi (5 kasus), Karangpawitan (4 kasus), Kadungora (4 kasus), Garut Kota (4 kasus), Tarogong Kidul (2 kasus) , Malangbong (2 kasus), Bayongbong (2 kasus), Wanaraja (2 kasus), Sukawening (1 kasus).

Kemudian Cilawu (1 kasus), Leuwigoong (1 kasus), , Tarogong Kaler (1 kasus), Cisurupan (1 kasus), , Pangatikan (1 kasus), Cibatu (1 kasus), Leles (1 kasus), dan Kecamatan Cigedug (1 kasus).

Bahu-membahu Ringankan Beban.

Dengan usia berkisar 20 hingga 80 tahun. Terdapat pula 12 orang di antaranya dari kalangan lanjut usia 60 tahun ke atas.

Bahkan dikabarkan akibat terkonfirmasi positif Covid-19, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut Luna Avriantini kini menjalani isolasi mandiri di rumah guna pemulihannya, Selasa (24/11-2020).

Wujudkan Indahnya Kebersamaan.

Sehingga diagendakan, Rabu (25/11-2020), seluruh pegawai pada lingkungan Dinas PUPR Garut menjalani tes swab, dan melaksanakan aktivitas kerja dari rumah. Kantor pun sementara waktu ditutup hingga seluruh hasil tes swab tersebut keluar.

Hingga, Rabu (25/11-2020) Pukul 17:28:07 WIB, kasus Covid-19 kabupaten ini menerjang 17.036 Orang. terdiri Konfirmasi 1.570 Orang, Probable 0 Kasus, Suspect
3.490, serta Kontak Erat mencapai 11.976 Orang. (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat).

Diudukung Kerjasama yang Solid.

*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here