MUI Serukan Penanganan Limbah 14.250 Hewan Qurban

0
77 views

Garut News ( Rabu, 02/09 – 2015 ).

 KH E. Munawar.
KH E. Munawar.

Sekretaris Komisi Fatwa “Majelis Ulama Indonesia” (MUI) Kabupaten Garut, KH E. Munawar menyerukan bisa dilakukannya penanganan limbah dari setiap proses penyembelihan hewan qurban, dengan sebaik mungkin, tuntas, dan menyeluruh.

Lantaran pada Lebaran Idul Adha (10 Dzulhijjah 1436 H/2015) ini, dipastikan masyarakat Islam melaksanakan Idul Qurban, sekaligus banyak di antaranya menyelenggarakan proses penyembelihan hewan qurban, ungkapnya kepada Garut News di ruang kerjanya, Rabu (02/09-2015).

Sehingga imbuhnya, pada setiap seluruh masyarakat Muslim hendaknya dapat memenuhi tata cara penyembelihan hewan qurban sesuai dengan persyaratan, seperti dicontohkan Rosullullah SAW pada para ulama, agar daging hewan qurban tersebut halal, dan bersih.

Penyembelihan Kerbau.
Penyembelihan Kerbau.

Kemudian limbah dari proses penyembelihan itu, agar ditangani sebaik mungkin dengan memerhatikan pemenuhan faktor kesehatan, serta kebersihan lingkungan.

Sedangkan penyelenggaraan proses penyembelihan, juga hendaknya dilaksanakan pada lokasi layak atawa bersih, supaya pula dagingnya bisa bersih dikonsumsi, maupun menjadi makanan layak dimakan, dan sehat.

Kembali diingatkan, penyembelihan hewan qurban bisa dilaksanakan pada “Rumah Potong Hewan” (RPH), juga di halaman masjid.

Namun sediakanlah lubang cukup dalam, agar limbah darahnya terkubur rapih, tak menebarkan bau amis, serta tak menyebarkan penyakit.

Selain itu, jeroan atawa seluruh bagian perut hewan diserukan tak dicuci di kali maupun selokan/sungai, melainkan dilakukan pada tempat yang baik dan aman, agar tak menimbulkan polusi lingkungan, imbuh E, Munawar, antara lain menambahkan.

Dalam pada itu, Lebaran Idul Adha tahun ini di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diperkirakan terdapat penyembelihan lima ribuan sapi, 250 kerbau, dua ribu kambing, serta penyembelihan sekitar tujuh ribu domba, atawa seluruhnya 14.250 hewan qurban.

*********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.