MUI Harapkan Rudy-Helmi Bisa Tingkatkan Kesra

Garut News ( Senin, 03/03 – 2014 ).

KH Drs Agus Muhammad Soleh. (Foto: John Doddy Hidayat).
KH Drs Agus Muhammad Soleh. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ketua “Majelis Ulama Indonesia” (MUI) Kabupaten Garut, KH Agus Muhammad Soleh beserta seluruh lapisan masyarakat, sangat mengharapkan agar pasangan Bupati Rudy Gunawan dengan Wakilnya Helmi Budiman, bisa segera meningkatkan kualitas kesejahteraan rakyat.

“Dengan figur kepemimpinan baru itu, hendaknya bisa segera lebih menyejahterakan masyarakatnya,” imbuh Agus Muhammad Soleh, menyerukan di ruang kerjanya, Senin (03/03-2014).

Didesak pertanyaan Garut News, dia mengingatkan pula supaya pemimpin baru Garut juga senantiasa bisa menegakkan permasalahan hukum, termasuk meningkatkan kualitas jasa layanan publik.

Lantaran, mencermati program seratus hari bupati dan wakilnya itu, dinilai menyeluruh bahkan dinilai cukup menggembirakan, katanya.

Di antaranya program pada perhatian terhadap pembinaan keagamaan, khususnya bagi kalangan Ummat Islam.

Sehingga pasangan Rudy-Helmi dinilai memiliki program taktis, ungkap Agus Muhammad Soleh.

Karena itu, seluruh jajaran keluarga besar MUI Kabupaten Garut, merespon positip bahkan siap menjalin kebersamaan.

Antara lain pada pelaksanaan program kualitas peningkatan pemahaman keagamaan bagi masyarakat.

Mulai tingkat anak-anak hingga dewasa, juga termasuk meningkatkan kualitas menerjemahkan Al-Qur’an, dinilainya sangat baik.

Sebab MUI pun berkepentingan, menyusul pelaksanaan program tersebut pun merupakan ranah MUI.

Pelaksanaan program bupati dan wakil bupati tersebut, bisa memberikan harapan-harapan baru yang riel, yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, katanya pula.

Kembali didesak pertanyaan mengenai penentuan label halal, atawa haram terhadap produk makanan.

Ketua MUI Kabupaten Garut katakan, sebagai tanggungjawab MUI terhadap Ummat, lantaran mayoritas Ummat Islam.

Meski diakuinya, MUI pun masih memiliki beragam keterbatasan, di antaranya SDM, juga piranti digunakan, sebagai manusia dipastikan terdapat kekurangannya.

Namun hendaknya pula, masyarakat bisa bangga, lantaran dengan penentuan halal dan haram, bisa memilah dan memilih beragam jenis makanan bisa dikonsumsi, imbuhnya pula.

Penentuan haram dan halal, juga melibatkan institusi lain terkait dilaksanakannya kajian atawa penelitian, bukan oleh MUI sendiri.

Sedangkan tentang amuk massa terjadi pada Hotel Sari Papandayan, Ketua MUI kabupaten Garut antara lain menyerukan para juru dakwah, agar menyampaikan materi ceramahnya dengan bahasa yang santun.

Diingatkan, Islam bukan milik satu golongan, bahkan surga pun bukan milik sendiri, imbuhnya, tandas menyerukan.
*****
John.

Related posts