MUI : Batu Akik Hendaknya Hanya Sekedar Benda Seni

0
37 views

“Ketua MUI, Didatangi Kalangan HMI”

Garut News ( Rabu, 12/11 – 2014 ).

KH Agus Muhammad Soleh.
KH Agus Muhammad Soleh.

Ketua “Majelis Ulama Indonesia” (MUI) Kabupaten Garut, KH Agus Muhammad Soleh menyerukan, hendaknya batu akik hanya diperlakukan sebagai “benda seni”.

Guna mewujudkan keindahan, atawa kepantasan bagi para penggemar maupun pemakainya.

Justru yang sangat disesalkan jika dijadikan benda “magis” atawa jimat guna memenuhi tujuan maupun maksud tertentu.

Apabila itu terjadi, bisa terbelenggu atawa terjerat “kemusrikan”, ungkap Agus Muhammad Soleh kepada Garut News di ruang kerjanya, Rabu (12/11-2014).

Dikemukakan, tak masalah jika hanya diperlakukan sebagai benda seni, lantaran bisa meningkatkan perekonomian, lantaran jenis batu tersebut juga bernilai ekonomi tinggi.

Bahkan penggemarnya pun kian merebak-marak hingga di luar kabupaten ini, katanya.

Demikian Ketua MUI kabupaten setempat, menyikapi Fenomena demam berat terhadap batu bukan sembarang batu, melainkan “akik” selama ini.

Selain kian melanda penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat, juga melanda kalangan pejabat di lingkungan Pemkab/Setda, dan kalangan DPRD setempat pula.

Sehingga “nilai” nya nyaris melibas atawa mengalahkan “Indonesian Fetrified Wood” (Fosil Kayu Indonesia), maupun batu yang terbentuk dari fosil kayu.

Jenis batu sangat menyita perhatian masyarakat Garut saat ini, terutama asal Garut sendiri lebih dikenal dengan sebutan batu Bungbulang, khususnya jenis chrysoprase hijau dan pancawarna asal Kecamatan Bungbulang, dan Caringin.

Juga batu akik dari Kecamatan Singajaya.

Batu chrysoprase dikenal pula penduduk lokal dengan nama batu Ohen atawa topas, dan batu pancawarna disebut batu Edong, sesuai nama warga penemu masing-masing jenis batu akik itu.

Sehingga pada sebagian penyuka batu akik, terdapat kecenderungan memburu bahan mentah untuk diolah menjadi hiasan di tukang pengolah batu akik pada sejumlah lokasi.

Daripada membeli batu sudah jadi dari pedagang asongan maupun mangkal di pusat kota, ungkap para penggemarnya.

“Didatangi Kalangan HMI”

Ketua MUI Garut Didatangi Kalangan HMI.
Ketua MUI Garut Didatangi Kalangan HMI.

Ketua MUI juga Rabu (12/11-2014), didatangi kalangan HMI memermasalahkan tempat-tempat dugem di Kota Garut.

Agus Muhamad Soleh antara lain katakan, pengaduan dari HMI tersebut akan dibahas atawa dimuswarahkan dengan seluruh jajaran Pengurus MUI, Jum’at mendatang, guna segera merekomendasikannya pada Pemkab Garut.

Meski menurut Agus Muhammad Soleh, secara pribadi pun berpendapat aktivitas bernuansakan dugem bisa mendatangkan maksiat, termasuk fitnah.

Kendati sekalipun pemilik dan pengelola membantah keras, namun jika terdapat pemandu lagu pada hiburan karaoke hingga larut malam, maka bisa difduga kuat terdapat praktek transaksi badani, katanya.

********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.